Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Dewan Pers Cabut Sertifikat dan Kartu Kompeten Muhammad Saleh

ISTIMEWAMuhammad Saleh Pemimpin Redaksi Tabloid Modus Aceh
A A A

BANDA ACEH - Dewan Pers mencabut sertifikat dan kartu kompeten atas nama Muhammad Saleh. Keputusan ini berdasarkan SK yang ditanda tangani oleh Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh pada tanggal 20 November 2020 di Jakarta.

Pencabutan sertifikat kompeten Pemimpin Redaksi tabloid Modus Aceh ini berdasarkan surat Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Nomor 683/PWI-P/XXIII/2019 tertanggal 11 Desember 2019 tentang Rekomendasi Pencabutan Sertifikat Wartawan Utama atas nama Muhammad Saleh.

Kemudian surat Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia dan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Nomor 880/PW-P/LXXIV/2O2O tertanggal 6 Juli 2020 tentang hasil pemeriksaan terhadap Muhammad Saleh yang menyatakan bahwa lembaga Uji Kompensi Watawan Persatuan Wartawan Indonesia menemukan pelanggaran Pasal 6 Kode Etik Jurnalistik dan merekomendasikan untuk mencabut sertifikat dan kartu kompetensi utama Muhammad Saleh.

Dengan dicabutnya Sertifikat dan Kartu Kompetensi Wartawan Utama, Muhammad Saleh juga dinyatakan tidak bisa lagi mengikuti Uji Kompetensi Wartawan untuk kedepannya.

Sementara Muhammad Saleh yang dikonfirmasi mengakui pencabutan kartu kompeten dirinya oleh dewan pers yang dirokemendasi oleh PWI.

Ia mengatakan pencabutan tersebut sebuah hal yang biasa, terlebih dia bukan lagi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kepada wartawan acehimage.com, Saleh mengatakan akan segera mengeluarkan siaran pers.

"Biasalah nyan, menyoe hana mampu PWI nyan pih bangailah. karena long kon hana le anggota PWI, wajarlah PWI mengusulkan (Biasa itu, kalau PWI tidak mampu merekomendasi,bodoh. Apalagi saya bukan lagi anggota PWI, wajarlah PWI mengusulkan-red),"kata Saleh, Senin (14/12/2020).

"Biasanyan dan jino padum droe anggota wartawan yang hana kompetensi kan bisa berkarya, nyo siattek long kirem rilis bak droekeh beh! (Biasa, dan selama ini ada beberapa wartawan yang tidak kompeten bisa juga dalam berkarya, sebentar lagi saya kirim rilis untuk kamu-red),"tambah Pemimpin tabloid Modus Aceh ini.

Memang sebelumnya, Ketua PWI Pusat Atal S Depari dalam sambutannya pada acara pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kutacane, Aceh Tenggara. Ia menyinggung soal pencabutan kartu UKW.

Itu disampaikan, kepada para peserta agar jangan tergesa-gesa apabila sudah memiliki kartu kompetensi wartawan. Sebab kartu tersebut bisa dicabut kembali apabila melanggar kode etik jurnalistik.

"Contohnya sudah ada, di Banda Aceh ada salah satu bos besar, sedang kita proses pencabutan UKW-nya," kata Atal, Sabtu (28/11/2020) lalu.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...