Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku. “Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021) “Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Jalan Jalur Dua Simpang Tiga-Pondok Baru

Dewan Harap Pengerjaan Tuntas di Tahun 2021

SAMSUDINDarussalam,ST
A A A

BENER MERIAH – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK ) Bener Meriah, Darussalam ST menilai ruas jalan yang selama ini di gunakan dari Simpang Tiga menuju Pondok Baru sudah tidak layak lagi. Hal itu berdasarkan pertambahan arus lalu lintas yang saat ini masih satu jalur

.Untuk itu,ia berjanji akan mencoba mengupayakan percepatan pembangunan ruas jalan dua jalur dari Ibu Kota Simpang Tiga menuju pondok baru via Ujung Gele, Pondok Gajah, Hakim, hingga terminal Pondok Baru Kecamatan Bandar paling Lambat hingga tahun 2021 mendatang..

“Perkiraan anggaran yang dibutuhkan menyelesaikan akses jalan yang berstatus jalan Provinsi itu mencapai  60 milyar sampai final. Indikator produk dapat meningkatkan percepatan perekonomian masyarakat Bener Meriah antar kota Pondok Baru dan Simpang Tiga,”sebut politisi Partai Demokrat itu kepada ACEHIMAGE.COM, Selasa (14/1/2020) di sepuran Simpang Tiga Redelong.

Menyangkut sumber anggaran percepatan pembangunan jalan yang dimaksud,kata dia, akan diupayakan dari dana Otsus. Dan anggota dewan ini sangat mengharapkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah untuk dapat berupaya proyek pembanguan tuntas pada tahun 2021.

“Mengingat ruas jalan yang ada sudah tidak layak berdasarkan pertambahan arus lalulintas saat ini, maka perlu segera meningkatkan pembangnan jalan tersebut,” terang Darussalam.

Selain sektor jalan, lanjut Darussalam, sektor pajak dan retribusi Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang diterima secara rutin harus di maksimalkan dengan baik.

“Besaran penerimaan dari sektor pajak dan retribusi daerah tentunya setiap daerah berbeda, tergantung potensi dan pengelolaan yang dilakukan masing-masing daerah tersebut,” ujar pria yang pernah mengeluti profesi Konsultan Perencanaan.

Kata Darus, tentunya bagi daerah yang memiliki potensi pariwisata akan menikmati penerimaan PAD yang besar karena secara otomatis banyak aktivitas bisnis, jasa umum dan ini pastinya berbanding terbalik dengan daerah-daerah yang masih terpencil dan tidak memiliki potensi obejek wisata yang dapat dikelola.

Dijelaskan Darussalam, menurut Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, menyatakan bahwa "Retribusi daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau badan."

Adapun bentuk - bentuk retribusi daerah yaitu retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu. Retribusi jasa umum adalah retribusi yang disediakan dan diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan dan pemanfaatan umum, sehingga dapat dinikmati oleh perseorangan atau pribadi.

Bentuk pemberian retribusi jasa umum pemerintah kepada masyarakat adalah berupa jasa pelayanan umum. Salah satu bentuk retribusi jasa umum ini adalah retribusi jasa pelayanan pasar. Retribusi pelayanan pasar adalah pungutan yang dilakukan badan pengurus pasar kepada para pengguna fasilitas sarana dan prasarana pasar. Retribusi atas pelayanan fasilitas pasar tradisional atau sederhana berupa pelataran, kios dan  tarif pemungutan (efisiensi dan efektivitas pemungutan) retribusi pasar yang dikelola pemerintah daerah dan khusus disediakan untuk pedagang.

Retribusi daerah hanya dikenakan kepada mereka yang telah memanfaatkan jasa pelayanan pemerintah daerah karena semakin banyak orang yang memanfaatkan jasa pelayanan pemerintah daerah, maka penerimaan daerah dari retribusi juga semakin meningkat. Retribusi pelayanan pasar juga digunakan untuk kebutuhan pasar seperti dana untuk kegiatan operasional maupun non operasional pasar.

“Selanjutnya, keberadaan terminal muat barang yang berada di Ketipis harus diaktifkan dan dimanfaatkan karena itu juga merupakan salah satu sumber PAD. Kemudian Pasar Simpang Tiga, Lampahan, Simpang Balik dan Buntul Kecamatan Permata sudah semestinya di fungsikan,”tandas Darussalam.

Diharapkan retribusi pelayanan pasar terhadap menerimaan PAD akan terus meningkat, dan meningkatnya suatu PAD menunjukkan bahwa kualitas otonomi daerah tersebut juga baik sebab semakin banyak kebutuhan daerah yang bisa dibiayai.

Jika realisasi penerimaan retribusi pelayanan pasar semakin besar maka semakin besar pula target yang ditetapkan, oleh karena itu menunjukkan keefektivitasannya semakin besar pula. Peningkatan retribusi pasar juga didukung melalui upaya perbaikan struktur dan sistem yang baik guna peningkatan efektivitas pemungutan Oleh karena itu perlu adanya pengkajian lebih dalam guna mengetahui seberapa besar potensi pasar dan kontribusi maupun prospeknya serta faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi retribusi pelayanan pasar agar mampu melampaui nilai target retribusinya.

“Memang bukan hanya retribusi pelayanan pasar saja yang mendukung kegiatan pembangunan ditingkat daerah, masih banyak lagi retribusi jasa umum lainnya guna untuk mencpai pendapatan yang tinggi. Pemerintah daerah yang menginginkan hasil yang lebih dari PAD, seperti pada retrebusi pelayanan pasar ini. Jadi solusi yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk menangani masalah retribusi pasar ini dan demi, meningkatkan pendapatan daerah. Pemerintah daerah harus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pedagang pasar yang telah berpindah ke tempat lain, pihak pengelola pasar harus banyak menyadarkan dan selalu mengingatkan pedagang agar patuh membayar retribusi,”pungkas Darussalam.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...