Pasar Sepi Akibat Wabah Corona

Dewan Desak Pemkab Bebaskan Biaya Restribusi PBU Meulaboh

SITI AISYAHWakil Ketua Komisi II DPRK Aceh Barat, Said Riski Saifan.
A A A

ACEH BARAT - Paska merebaknya virus corona (Covid 19) di Indonesia serta beredarnya himbauan untuk tidak berada di tempat keramaian ternyata bukan hanya berpengaruh pada pemberhentian sementara aktivitas belajar mengajar selama dua pekan kedepan, tetapi juga berpengaruh terhadap sepinya kegiatan jual beli di pasar.

Salah satunya terlihat di kawasan Pasar Bina Usaha (PBU) Meulaboh, pasar tersebut menjadi salah satu lokasi pusat keramaian, disana terdapat aktvitas jual beli serta interaksi antar individu yang cukup ramai. Namun pantauan dilokasi pada Rabu 18 Maret 2020 sekitar Pukul 8:30 WIB suasana pasar terlihat sepi dan lenggang, tidak seperti hari biasa yang apabila memasuki kawasan tersebut harus rela mengantri saat mengendarai kendaraan bermotor.

Melihat hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat meminta pemerintah daerah setempat untuk tidak lagi mengutip biaya restribusi pasar dari para pedagang disana, lantaran pembeli di Pasar Bina Usaha (PBU) Meulaboh sepi, dan pedagang banyak yang mengalami kerugian.

Sepinya pembeli serta naiknya harga barang dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh pendemi global Covid 19 yang sudah masuk ke wilayah Indonesia, bahkan sekolah ikut diliburkan dalam kurun waktu 2 minggu ke depan sebagi upaya pencegahan, khususnya di Aceh.

“Setelah kita lihat dampak dari virus corona, mau tidak mau mempengaruhi kegiatan ekonomi, disini saya melihat, kondisi saat ini banyak pedagang kecil yang kondisinya lagi sulit, pembeli berkurang karena isu virus corona, orang takut keluar rumah, sehingga berdampak pada dagangannya,” kata Wakil Ketua Komisi II, Said Riski Saifan, Rabu 19 Maret 2020

Komisi II membidangi urusan Ekonomi, Keuangan dan Koperasi, Said meminta pemerintah tidak hanya  mengeluarkan himbauan semata, dengan mengesampingkan hal-hal kecil yang berdampak karena keputusan tersebut.

Karena minimnya pembeli di pasar saat ini, menggratiskan biaya restribusi pasar bagi para pedagang kecil sementara waktu menjadi keputusan yang baik. Pedagang yang dagangannya memang sama sekali tidak laku tidak perlu mengeluarkan biaya lain. Belum tentu pedagang itu memiliki simpanan yang cukup untuk bertahan hidup.

“Harus memberi solusi yang dapat meringankan beban pedagang, yakni restibusi pasar digratiskan dulu, sehingga para pedagang kalau memang dagangan tidak laku, dapat meringankan beban mereka. Itukan sangat mungkin kita rekomendaso kepada Pemda Aceh Barat, agar restribusi itu ditarik dulu sementara waktu, jangan berexpentasi berlebihan, kalau bisa hal-hal yang kecil seperti ini segera diambil sikap dan ditanggulangi,” ujar Said.

Menyangkut retribusi pasar, pemerintah mengaturnya dalam peraturan Bupati Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan tarif restribusi pelayanan persampahan dan tarif restribusi pelayanan pasar pada bangunan baru pasar bina usaha meulaboh dan tarif retribusi pasar grosir dan pertokoan pada mall meulaboh.

Setiap harinya, pedagang yang berjualan di PBU Meulaboh wajib membayar biaya retribusi, baik lapak sayur, lapak daging, lapak bumbu, lapak kelapa, lapak ikan maupun lapak ayam, berkisar dari Rp 4 ribu sampai Rp 24 ribu perharinya.

Menurut Said, sewajarnya sudah pemerintah bisa mengambil keputusan mengratiskan retribusi karena minimnya pembeli di pasar, tidak selamanya, permintaanya tersebut hanya sampai wabah Covid 19 bisa diatasi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...