Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Jawaban Nova Ditolak

Dewan Desak Ganti Sekda dan Kepala BPKA, Plt Gubernur Tunggu Apa?

ISTIMEWAPelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menghadiri sidang paripurna DPRA dengan agenda Lanjutan Rapat Paripurna DPR Aceh dalam rangka Penyampaian Jawaban/Tanggapan Gubernur Aceh terhadap Penggunaan Hak Interpelasi DPR Aceh, Selasa (29/09/2020).
A A A

BANDA ACEH - DPRA secara tegas telah menolak seluruh jawaban Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terhadap pertanyaan interpelasi yang diajukan sebelumnya. Ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Penggunaan Hak Interpelasi DPRA, Irpannusir dalam rapat paripurna, Selasa (29/30/2020) kemarin.

Rapat ini dihadiri langsung oleh Nova Iriansyah, namun dia tidak berbicara dalam kesempatan ini melainkan hanya mendengar tanggapan DPRA dari jawaban yang berikan oleh dirinya pada paripurna sebelumnya.

Setelah menolak seluruh jawaban Plt Gubernur, lalu kemudian DPRA menyatakan akan menggunakan haknya lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh?

Memang jauh sebelum jawaban Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ditolak oleh DPRA, mayoritas para wakil rakyat meminta kepada Nova untuk menggantikan Sekda Aceh Taqwallah dan kepala BPKA Bustami.

BACA JUGA:DPRA Tolak Seluruh Jawaban Plt Gubernur

Salah satunya Sulaiman SE, Anggota Komisi II DPRA ini mengatakan semakin gerah melihat kinerja Sekda Aceh dr Taqwallah yang dinilai semakin kacau. Dimana Sekda yang juga Ketua TAPA selama ini tidak mampu berkomunikasi baik dengan lembaga legislatif.

Padahal, kata Sulaiman kunci untuk membangun Aceh kearah yang lebih baik adalah harmonisnya hubungan legislatif dengan eksekutif, Sekda Aceh belum mampu melakukan itu.

"Namun yang terjadi tidak demikian, maka dengan besar hati, kami meminta kepada Gubernur Aceh untuk segera menggeserkan Saudara Taqwallah dari posisi Sekda," tegas politisi Partai Aceh beberapa waktu yang lalu.

Putra Aceh Besar ini mengaku, bukan tanpa alasan meminta gubernur untuk menggantikan Sekda. Hal itu setelah memperhatikan kekacauan yang timbul selama ini sehingga membuat kondisi Aceh kacau balau.

Bahkan, mantan Ketua DPRK Aceh Besar ini secara tegas juga menyarankan kepada Nova Iriansyah selaku Plt Gubernur Aceh turut menggantikan Kepala BPKA Bustami.

"Kedua mereka harus diganti, jika bapak Plt ingin kembali ke On The Track," ujar Sulaiman yang juga Ketua BKD.

Namun Sulaiman tidak menyebutkan secara detail alasan meminta Plt Gubernur untuk menggeserkan Bustami dari posisi sebagai Kepala BPKA. Akan tetapi yang bersangkutan merupakan Sekretaris TAPA, dimana Ketuanya adalah Sekda Aceh.

BACA JUGA:DPRA Minta Ganti Sekda dan Kepala BPKA

Dalam wawancara acehimage.com dengan Ketua Fraksi Golkar DPRA, Ali Basrah pada Minggu (27/9/2020), mengatakan Kepala BPKA Bustami tidak pernah hadir untuk membahas anggaran dengan komisi III, dia malah mengirimkan perwakilannya yakni Sekretaris BPKA, namun sampai disana tidak melakukan pembahasan apalagi mengambil keputusan.

"Iya gak pernah datang, silakan ditindak tegas itu sesuai aturan, gak apa itu Pemerintah kan baca undang-undang ASN no 5 tahun 2014, Peraturan Pemerintah no 11 tentang ASN tahun 2014, tentang peraturan BKN tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil, tindak tegas sesuai itu,"saran Ali dengan intonasi sedikit tinggi.

Itu sebabnya, alasan dia meminta kepada Plt Gubernur Aceh agar dievaluasi serta ditindak tegas, Karena TAPA ketuanya Sekda Aceh. Begitupun dengan dengan Kepala BPKA Bustami sebagai Sekretaris TAPA. Mareka disebut harus bertanggung jawab terhadap ketidakberesan ini.

"Itu terkait BPKA, tapikan masih ada masalah-masalah lain terkait anggaran yang harus dipertanggugjawabkan oleh Sekretaris Daerah Aceh sebagai Ketua Tim TAPA, misalnya untuk perubahan tahun 2020, Sekda sebagai ketua Tim TAPA menyatakan bahwa waktu pembahasan untuk perubahan sudah tidak ada waktu lagi, siapa yang salah kalau waktunya tidak ada lagi, berarti dia gak kerja kan gitu," cetus Ali.

BACA JUGA:Dewan Menanti Nova Tindak Sekda dan Kepala BPKA

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRA Irfannusir yang juga Juru Bicara Penggunaan Hak Interpelasi mengingatkan kepada Plt Gubernur Aceh untuk hati-hati dengan para pembisik yang menyampaikan hal yang 'bapak senang'.

"Apalagi ada berkembang, ada SKPA-SKPA tertentu yang memberikan informasi-informasi yang negatif kepada bapak. Saya kira sudah menjadi rahasia umum," ujar politisi PAN itu usai mendengar jawaban Plt Gubernur pada Jumat (25/9/2020) malam.

"Dan hari ini 55 orang yang menandatangi interpelasi ini mintak bapak agar merekomendasikan menggantikan Sekda, menggantikan kepala Dinas Keuangan, karena teman-teman mengingat informasi dari sini, yang berkembang dari sini,"cetus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Nah, akankah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menindaklanjuti permintaan dari manyoritas Anggota DPRA?, apalagi jawaban yang disampaikan Nova ditolak oleh para wakil rakyat.

Kita tunggu dan lihat saja nanti!

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...