Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Muhammaddinsyah

Desak  Pemda Bener Meriah Evaluasi RSUD Munyang Kute Secara Menyeluruh

acehimage.comPlt Sekda Bener Meriah didampingi Asisten II Setdakab membahas persoalan terkait ODGJ pukul Ibu Ketua PWI Bener Meriah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Salah seorang aktivis Bener Meriah, Muhammaddinsyah mendesak Pemerintah daerah (Pemda ) Kabupaten Bener Meriah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) Munyang Kute.

Pada tahun 2019 yang lalu, RSUD Munyang Kute sudah pernah mengalami revolusi menyeluruh dengan peristiwa mogok kerja bersama para pegawai beberapa hari yang akhirnya berujung pergantian Direktur kala itu dijabat dr Elisa Lisik Miko yang digantikan Abdul Muis yang menjabat Asisten II sebagai Plt Direktur, sebalum di tetapkannya  dr Sri Tabahhati sebagai Direktur RSUD Munyang Kute hingga saat ini.

Saya pikir, kejadian itu adalah puncak dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di RSUD Munyang Kute di tahun –tahun sebelumnya. Dan hal itu bisa menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa banyak hal yang harus diperbaiki terhadap Rumah Sakit kebangaan masyarakat Bener Meriah ini.

Tapi kemudian, kejadian yang dialami oleh Ibu Kandung Ketua PWI Bener Meriah bukan kejadian yang pertama sekali. Dimana ada insiden di dalam ruang inap keluarga pasien sampai meninggal dunia di serang oleh pasien lain.

Menyaol yang terjadi di RSUD Munyang Kute, bagi saya permasalahan terkait pelayanan di RS Munyang Kute bukan lagi masalah kecil dan sepele. Namun ini sudah menjadi masalah yang sangat serius dan luar biasa.

“Justru itu, kami mendorong Pemkab Bener Meriah harus serius dan fokus melakukan pembenahan. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,”ujar Muhammaddinsyah, Rabu, 27 Juli 2022 di RSUD Munyang Kute.

Ia mendesak agar Pemkab Bener Meriah sesegera mungkin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen, sistem, dan teknis. Apabila perlu mengganti Direktur dan beserta beberapa jajaranya. Tegas Madin.

Sementara itu Eriandi yang turut mendampingi keluarga korban menegaskan, dari pengalaman sebelum-sebelumnya, orang pemerintahan itu terkesan seperti anak kecil, artinya harus di “Senawat “ baru mau tau.

Artinya seperti dulu yang terjadi di daerah ini, dimana mobil  Pemadam Kebakaran semua rusak, dan masyarakat bertindak baru berubah. Mungkin RSUD Munyang Kute ini juga seperti itu, harus kita para LSM Mahasiswa turun dulu baru berubah.

“Karena kasennya selama ini, seperti tidak peduli kepedulian terhadap kepentingan umum, padahal sudah berapa kali kejadian terkait buruknya pelayanan,”ungkap Eriandi.

Menurut Eriandi, selama ini hanya masyarakat yang ekonomi menengah kebawah yang mau berobat di RSUD Munyang Kute, kalau masyarakat yang mampu (Kaya ) hanya sekedar mengambil surat rujukan dan berobat keluar.

“Jangankan orang kaya, bapak dan ibu yang duduk disini saja saya rasa ogah mau dirawat disini kalau sakit. Karena  bapak dan ibu tau sebagaimana  pelayanan disini,”timpal Eriandi.

Oleh Karena itu, sambung Eriandi kami berharap pelayanan dan manajemen RS ini di perbaiki kedepannya agar masyarakat yang berobat mendapatkan pelayanan yang baik. Terangnya

Menyikapi hal itu, Plt Sekda Bener Meriah, Armansyah dihadapan Direktur RSUD Munyang Kute dan sejumlah jajaranya menegaskan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Hari ini kita melakukan pertemuan ini adalah untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan evaluasi terhadap RSUD ini. bahkan rencananya besok kata juga akan melakukan pertemuan dengan forum Reje Kampung di sisni,”sebut Arman.

Dikatannya, setelah Pj Bupati Bener Meriah pulang ke Bener Meriah dari Jakarta maka akan duduk kembali membahas  evaluasi ini karena kami berkewajiban melaporkan sementara yang memutuskan adalah Pj Bupati.

Dalam kesempatan itu, mewakili Pemkab Bener Meriah meminta maaf atas insiden yang menimpa orang tua Ketua PWI Bener Meriah. dan kita berharap kedepan tidak terulang kembali kepada keluarga pasien lainnya.

Kedepan kami akan melakukan evaluasi kinerja terhadap pelayanan, manajemen yang dilakukan oleh RSUD Munyang Kute dalam waktu sesegera mungkin dan akan membuat langkah-langkah perbaikan pelayanan dan kinerja di RS ini.

“Tidak hanya pelayanan terhadap pasien, tetapi juga melakukan perbaikan terhadap penyediaan obat-obatan dan kebersihan Rumah Sakit, sehingga masyarakat yang berobat ke RS ini merasa nyaman terhadap pelayanan yang disiapkan pihak RS,”tutur Arman.[]

Komentar

Loading...