Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Kehilangan Tempat Tinggal

Derita Keluarga Salfan Luput dari Perhatian Pemerintah

SAMSUDDINKondisi rumah orang tua Salfan tempat dia tinggal selama lima tahun terkahir pasca rumahnya miliknya terbakar
A A A

BENER MERIAH – Untung tidak dapat diraih malang tidak dapat ditolak, mungkin peribahasa tersebut tepat yang dialami Salpan, warga Kampung Kute Lintang Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Pasalnya sekira lima tahun silam rumahnya hangus terbakar, akibatnya ia bersama keluarganya harus tinggal dirumah orang tuanya yang sangat sederhana.

Bukan saja rumah, dalam peristiwa kebakaran itu turut menghanguskan harta benda termasuk satu unit sepeda motor yang merupakan transportasi keluarganya sehari-hari kala itu.

Akibat musibah kebakaran yang di alami Salpan, ekonomi keluarganya terpuruk ia bersama istrinya Mashura dan tiga orang anaknya harus rela tinggal dirumah seadanya milik orang tuanya hingga saat ini karena ketidak mampuannya untuk membangun rumah baru lagi.

“Ketika kebakaran yang melanda rumah kami waktu itu, kami hanya menerima bantuan berupa peralatan dapur dan uang senilai Rp200.000 dalam amplop waktu itu dan saya tidak tau dari dinas mana yang memberikan bantuan tersebut,"ungkap Salpan ketika disambangi Wartawan di kediamannya, Rabu (26/8/2020).

Rumah yang sederhana berukuran kurang lebih 4X6 meter berkontruksi papan nyaris tanpa kamar, merupakan tempat tinggal Salpan bersama keluarganya sejak api meratakan rumahnya dengan tanah hingga saat ini.

Setahun ini, Mashura sang istri jatuh sakit yang di diagnosa tim medis dengan penyakit lambung. Hari demi hari kesehatan Mashura semakin tidak stabil, bahkan selain penyakit lambung penyakit lainnya seperti hati telah membuat Mashura semakin lemah.

Rumah orang tua Salfan nyaris tanpa ada kamar

Sebulan kebelakangan penyakit Mashura semakin parah, bahkan saban hari perutnya membesar namun apa daya karena tidak memiliki uang untuk berobat terpaksa Salpan merawat istrinya itu dirumah.

“Kalau sebelum-sebelumnya saya membawa istri berobat ke Puskesmas, namun belakangan karena COVID-19 pelayanan RSUD Muyang Kute sempat tutup dan juga memang kami tidak punya biaya berobat mau tidak mau harus merawat istri dirumah,"ungkap Salpan.

Dengan isak tangis haru Salpan menceritakan kepada Wartawan, bahwa baru kemarin Selasa ( 25/8/2020) istrinya dibawa ke RSUD Munyang Kute itupun dibawa oleh anggota perkumpulan sunting pirak Salmina yang juga merupakan aktivis perempuan dan lingkungan dengan menghubungi ambulance PSC 119 Bener Meriah.

“Syukur alhamdulillah satelah adanya tindakan medis bengkak perut istri saya mulai berkurang bila dibandingkan dari kemarin, saya sangat mengucapkan terimakasih kepada anggota perkumpulan Sunting Pirak Bener Meriah yang telah mengantar istri berobat ke sini,"ujar Salpan seraya mengusap air mata yang jatu ke pipinya.

Salpan berharap, semoga ada perhatian dari pemerintah untuk membangun rumahnya. “Selama ini sudah sering diusulkan reje kampung Kute Lintang, bahkan beberapa kali sudah didata namun hingga saat ini belum ada bantuan rumah yang kami terima,"terang ayah dari tiga orang anak itu.

Sementara itu, salah seorang anggota perkumpulan sunting pirak, Salmina menyampaikan, sebagai aktivis perempuan pihaknya melihat miris kondisi Mashura yang mengalami sakit-sakit dan tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Kata Salmina, miris itu yang pertama sekali yang dia rasakan siang itu, pada saat mengunjungi ibu Mashura (Inen Rina) yang bertempat tinggal di Kampung Kute Lintang. Ibarat jatuh tertimpa tangga, itu yang terjadi pada ibu beranak tiga tersebut.

Istri Salfan saat menjalani perawatan di salah satu Pukesmas di daerah Bener Meriah

Betapa tidak, setelah rumahnya terbakar dan ia tinggal bersama suami dan anak-anaknya dirumah seadanya milik orang tuanya ditambah kondisinya yang sakit tersebut membuat kita sangat terharu melihat konsidinya.

Insting kemanusian Salmina sabagai aktivis perempuan muncul setelah melihat konsidi Mashura, lantas pihaknya menghubungi tim PSC 119 Kabupaten Bener Meriah untuk meminta bantuan merujuk Mashura untuk diobati di RSUD Muyang kute.

Setelah mendapat informasi bahwa ada masyarakat Kute Lintang butuh bantuan tenaga medis dan ambulance, dengan cepat tim PSC merespon dan mengarahkan timnya ke tempat kejadian, pada Selasa ( 25/8/2020) sekira pukul 08.15 wib bergerak ke lokasi dan kemudian pada pukul 08.30 wib Mushura di bawa ke RSUD Munyang Kute.

Melihat kondisi keluarga Salpan, Salmina berharap semua elemen membuka mata untuk membatu meringankan beban keluarga Salpan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...