Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

Delapan Unit Bangunan Terbakar di Kota Meulaboh

VINDA EKA SAPUTRASebanyak delapan unit bangunan yang terdiri dari 6 unit Rumah Toko (Ruko) dan dua Unit bengkel hangus terbakar di jalan Blang Meuria, Desa Ujung Kalak, Kecamatan johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat
A A A

ACEH BARAT - Sebanyak delapan unit bangunan yang terdiri dari 6 unit Rumah Toko (Ruko) dan dua Unit bengkel hangus terbakar di jalan Blang Meuria, Desa Ujung Kalak, Kecamatan johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada Senin siang (06/07/2020).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan diduga akibat hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan percikan api dan dan membakar seluruh bangunan besereta isinya.

Salman, pemilik ruko mengatakan bahwa awal mula api terlihat  muncul dari colokan listrik dan menyebar ke seluruh isi rumah sehingga membakar rumahnya dan ketujuh bangunan lainnya.

“Kebetulan pas kejadian saya lagi duduk diluar rumah, trus saya lihat apinya keluar dari wayer itu yang ada dirumah,” katanya.

Kondisi bahan bangunan yang terbuat papan sehingga membuat api cepat membesar dan menyebar keseluruh ruangan dan rumah yang lainnya.

“Memang bangunan yang di situ kebanyakan dari papan semuanya, hanya beberapa bagian yang terbuat dari semen,” ujarnya.

Petugas yang tiba dilokasi kejadian beserta apatar TNI dan Polri di bantu dengan masyarakat langsung berupaya memadamkan api yang sudah membesar.

Muktaruddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh mobil damkar yang ada untuk memadamkan api.

“Untuk menangani kebakaran ini kami mengerahkan 7 armada dan kita persiapkan juga semua armada yang ada di pusat kota meulaboh dan yang ada di kecamatan dan kita pastikan semua penuh diisi dengan air,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa untuk jumlah ruko yang terbakar akibat konsleting arus listrik ini yaitu sekitar 7 ruko.

“Untuk jumlah Ruko yang terbakar itu sekitar 7 unit tapi untuk jumlah pastinya nantinya kita akan tanyakan langsung kepada pemilik rumah,” katanya.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam lamanya petugas beserta masyarakat berupa memadamkan api.

“Beruntungya dalam kejadian ini tidak ada memakan korban jiwa, tetapi kerugian yang dialami oleh masyarakat diperkirakan sekitar ratusan juta rupiah,”jelasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...