Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Dekranasda Aceh Bantu Alat Produksi untuk Perajin Giok Nagan Raya

Ketua Dekranasda Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT menyerahkan bantuan saat meninjau kerajinan pada pembinaan dan penilaian kerajinan dari batu giok di Gampong Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Sabtu (7/8/2021).
A A A

Nagan Raya–Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, memberikan bantuan alat bantu produksi untuk perajin aksesoris batu giok di Gampong Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Bantuan itu diberikan Dekranasda untuk mendukung pengembangan perajin di Aceh, baik untuk meningkatkan pendapatan maupun meningkatkan kualitas barangnya.
Dyah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kinerja perajin.

Dyah mengatakan, batu giok merupakan potensi unggulan yang ada di Nagan Raya. Ia begitu mengapresiasi kejelian dari perajin yang memanfaatkan potensi tersebut untuk diolah hingga bernilai ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Dyah menyarankan agar aksesoris giok juga mengandung unsur etnik keacehan. Hal tersebut penting untuk menampilkan identitas kerajinan daerah. Seperti membentuk bros dan kalung dengan lambang pinto Aceh.

Lebih lanjut, kata Dyah, Dekranasda Aceh komit untuk menjalanlan dua tugas utamanya. Memakmurkan perajin dan melestarikan warisan budaya kerajinan Aceh.

Ibnu Abbas, perajin penerima bantuan alat produksi aksesoris batu giok itu mengaku terharu atas bantuan usaha yang ia dapatkan dari istri orang nomor satu di Aceh tersebut. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya begitu sulit mendapatkan pembeli.

“Sejak 2015 saya menjalankan usaha ini, baru kali ini mendapatkan bantuan. Kami sangat berterimakasih,” ujar Ibnu.

Ibnu mengatakan, selama masa pandemi tingkat penjualan produk gioknya mengalami penurunan tajam. Sebab selama ini barang-barang tersebut dibeli oleh orang-orang yang datang dari luar Aceh. Namun karena adanya pembatasan sosial, para wisatawan yang datang membeli tak ada lagi hingga penjualan sepi.

“Karena itulah, kami sangat bersyukur dibantu di saat kondisi seperti ini,” kata Ibnu.

Sementara itu, Camat Kecamatan Tadu Raya, Bustami, menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan Dekranasda untuk perajin di daerahnya. Ia berharap sinergitas Dekranasda Aceh dan Dekranasda Kabupaten Nagan Raya dapat mengembangkan kualitas dan kuantitas produksi perajin di Nagan Raya.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan dan peninjauan kerajinan itu, Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Nagan Raya, Ketua Bhayangkara dan Ketua Persit Nagan Raya, serta para perangkat gampong Alue Bata. []

Komentar

Loading...