Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Dandim 0119 Bener Meriah Bapak Asuh Anak Stunting di Kecamatan Bukit

IMG_20221005_192138
A A A

ACEHIMAGE.COM - Komandan Distrik Militer ( Dandim ) 0119 Bener Meriah, Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto, hadiri pengukuhan bapak asuh anak stunting (Baas) di gedung aula serba guna Kampung Tingkem Bersatu. Rabu 5 Oktober 2022.

Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto sebagai bapak asuh anak stunting Kampung Tingkem Bersatu, Tingkem Asli, dan Kampung Kutelintang mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten penghasil kopi Arabika Gayo ini.

“Kita harus bersatu melawan stunting, saling bekerjasama dengan seluruh elemen yang terkandung dalam indikator keberhasilan melawan stunting termasuk didalamnya Pemerintah dan elemen – elemen lainnya yang ikut mendukung program pencegahan stunting di tingkat Desa khususnya,”kata Eko

Lebih lanjut, Eko mengajak orangtua penyintas stunting agar secara rutin membawa anaknya kepada bidan desa guna mendapatkan perawatan dalam rangka menurunkan angka stunting di Desa masing – masing.

“Kepada para ibu – ibu agar rutin membawa anaknya kebidan desa, nantinya, disana anak –anak akan mendapatkan perawatan seperti imunisasi, vaksinasi, serta perbaikan gizi yang berperan penting dalam menghapus kasus stunting di masing – masing Desa”, tambahnya.

Sementara itu, Camat Bukit, Ismail, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa terkait masalah stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan dan kepala puskesmas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah, angka stunting di Bener Meriah mulai menurun. Kami sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan diskusi lintas sektor terkait penyebab – penyebab stunting di Kecamatan Bukit khususnya,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, salah satu faktor penyebab stunting di Kecamatan Bukit adalah ketersediaan air minum yang belum termasuk kategori sehat sesuai standar Dinas Kesehatan, menurutnya, dari 40 kampung di Kecamatan Bukit, hanya satu kampung yang air minumnya masuk kategori air minum sehat. Salah satu indikator adalah sebagian besar masyarakat mengkonsumsi air yang berasal dari sungai Wih Delung yang hulunya telah banyak dirusak dan digunduli.

“Kami sedang mencoba melakukan perlindungan sumber air dengan memasukan hulu sungai menjadi wilayah hutan adat, semoga nantinya, upaya ini akan akan berhasil menciptakan sumber air konsumsi yang masuk kategori sehat sesuai standar dinas kesehatan,”harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil Bukit, Kapolsek Bukit, Babinsa dan Bhabinkantibmas masing – masing desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu setempat.

Komentar

Loading...