Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Diklat IST 2 Cawas Resmi Ditutup

Dailami Harapkan Cawas Terus Berinovasi Tingkatkan Mutu Pendidikan

IstPlt Bupati Dailami Hadiri Penutupan Diklat IST Cawas
A A A

BENER MERIAH – Dalam rangka memenuhi rasio pengawas sekolah untuk Kabupaten yang ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak, Dinas Pendidikan Bener Meriah bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS ) Karanganyar, Solo, Jawa tengah menggelar Diklat In Service Training (IST ) 2 bakal Calon Pengawas (Cawas ) tingkat TK,SD, dan SMP.

Pelaksanaan Diklat ISP bakal Cawas tersebut telah berlangsung selama 38 hari penuh, dan hari ini adalah merupakan hari penutupan seluruh rangkaian Diklat IST 2 cawas yang dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Penutupan Diklat In Service Training 2 Bakal Calon Pengawas itu langsung dilakukan oleh Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah, Dailami yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Ketua dan Komisioner MPD Bener Meriah.

Plt Bupati Bener Meriah, Dailami berharap para peserta Diklat bakal Cawas tersebut semuanya dapat lulus, sebab ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Bener Meriah kedepan.

“Bagaimana nantinya para pengawas yang Dilantik nantinya mengawasi sekolah baik tingkat TK, SD, maupun SMP dengan memberikan inovasi-inovasi dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan tersebut,” sebut Dailami.

Pasalnya, pendidikan adalah merupakan sektor yang paling penting terlebih kedepan kian moderen baik ET, dan sistem pendidikan yang dituntut terus berinovasi agar daerah kita tidak ketinggalan dengan daerah lainnya.

Untuk itu, Dailami berharap melalui Diklat ini para pengawas yang lulus dapat meningkatkan mutu pendidikan, pengetahuan, serta pengalaman cawas itu sendiri. Sebab, para Cawas ini akan menjadi Konselor atau pembimbing. Tegasnya

“Kegiatan ini berlangsung selama 38 hari penuh   artinya tidak termasuk waktu yang tidak efektif seperti  hari Sabtu dan Minggu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur kepada awak media, Kamis, 28 Oktober 2021.

Sukur menyebutkan, perjalanan pelatihan tersebut berlangsung hampir tiga bulan, dan hari ini memasuki hari terakhir ditandai dengan dilaksanakannya postes dan gelar karya inovasi sebagai standar diklat cawas yang ditetapkan oleh Kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi. Ujarnya

Menurutnya, penyelenggaraan Diklat IST bakal cawas itu murni dari LPPKSPS, Solo. Sedangkan kita pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah hanya memfasilitasi saja. Hal ini kita lakukan untuk memenuhi rasio pengawas dengan satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Ungkapnya

“Sebab saat kita dilaunching  sebagai sekolah penggerak kita belum siap di sektor kepengawasan sekolah nya, mudah-mudahan dengan selesainya Diklat ini kita lantik pengawas sekolah yang definitif rasio pengawas sekolah untuk TK,SD, dan SMP menurut standar minimal sudah terpenuhi,” papar Sukur

Dijelaskan Sukur, peserta Diklat Cawas tersebut diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari 4 orang bakal calon pengawas sekolah tingkat TK, 11 orang Cawas tingkat SD, dan 5 orang cawas tingkat SMP.

“Kalau pengawas untuk tingkat sekolah SMP itu berdasarkan bidang studi, sebab bidang studi yang sudah ada tidak kita rekrut lagi.  Mudah-mudahan para pengawas yang definitif nantinya, dapat membimbing manajerial sekolah serta membimbing guru-guru bidang studi di sekolahnya,” harap Sukur.

Ditambahkan Sukur, agar pengawasan lebih efektif dan efisien pihaknya menarget untuk tingkat sekolah SMP satu orang pengawas akan mengawasi minimal 10 sekolah. “Selama ini kita hanya memiliki 2 orang pengawas SD, sehingga satu pengawas mengawasi 66 sekolah tentu hal itu tidak efektif dan efisien,” pungkas Sukur.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...