Sekretaris PMI Cabang Kota Banda Aceh, Syukran Aldiansyah Putra, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 16 Mei 2022 episode ke 77 Tahun ke II dengan tema: Kisruh Internal Meledak, Benarkah Ketua PMI Jual Darah Secara Diam-diam?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Cerita Antara Murah dan Mahal

IlustrasiIlustrasi
A A A

BAHWA tempat yang tersedia diakhir nanti hanya dua, yaitu surga dan neraka. Kata surga dan neraka bagi kebanyakan muslim sangat terhafal dan sangat familiar ditelinga, terlebih sangat sering menjadi topik penceramah termasuk isi khutbah jum’at yang selalu mengupas siapa-siapa penghuni neraka dan siapa-siapa penghuni surga. Banyak kata orang alim bahwa penghuni neraka itu butuh biaya mahal dan sangat susah untuk ke neraka namun sangat banyak peminatnya dan bahkan berlomba-lomba untuk meraih tiket ke neraka.

Sedangkan, untuk tinggal di surga cukupnya meraih ridho yang maha kuasa dan hidup selaras syariah tidak perlu harus mewah dan aksesoris yang membutuhkan pengorbanan yang terlalu besar tetapi amat sangat sedikit yang mau ke arah itu.

Kenapa tiket ke neraka sangat mahal dan butuh pengorbanan yang besar? Jawabannya bahwa semua yang melhirkan dosa sebenarnya perlu pengorbanan besar dan beresiko besar, seperti contoh tindakan korupsi atau mencuri tentu konsekuensinya sangatlah besar dan perlu nyali besar untuk melakukan itu, berzina dengan istri orang itu juga bisa dilakukan oleh yang bernyali besar dengan risiko mati, memfitnah juga memiliki konsekuensi besar apabila diketahui oleh yang difitnah, tidak shalat dan tidak mau beribadah juga memiliki konsekuensi besar dalam hidup karena hilang keberkahan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, kiranya untuk ke neraka sangat dibutuhkan modal besar untuk bisa kesana, seperti menjual janji bagi pembesar tetapi tidak ditepati, dan korupsi tentu harus dilakukan oleh yang memiliki wewenang dan berpendidikan tinggi, hidup glamor penuh pesta di bar-bar atau diskotik-diskotik juga memerlukan modal besar dan banyak lainnya, maka jelaslah ke neraka itu butuh pengorbanan besar atau minimla butuh keberanian yang amat sangat untuk melakukan tindakan-tindakan yang mendatangkan tiket ke neraka.

Akan tetapi, sebesar apapun pengorbanan untuk ke neraka sungguh sangat banyak yang bercita-cita ke sana karena memang tingkat keglamorannya di dunia sangat diimpikan oleh insan-insan yang imannya tipis dan bahkan tidak beriman. Namun, sebaliknya jika ingin ke surga amat sangat murah dan hanya dengan mencari ridho Allah sudah cukup.

Benarkah ongkos ke surga sangat murah? Jawabannya sangatlah benar, bahwa hidup mencari ridho Allah SWT itu mutlak harus hidup dalam keseharian dalam lingkup syariah dan itu tidak ada tawar menawar, tidak diukur dengan kemewahan, gemerlapan, kenikmatan dan lain sebagainya. Ukuran keridhoan Allah didapat dalam bidang konsumsi syaratnya hanya satu, yaitu kehalalan, maknanya sepanjang yang dikonsumsi itu bernilai halal bukan didapat dengan cara haram dan zat yang bersangkutan tidak haram (alias halal) itu sudah cukup.

Jadi sebenarnya kemegahan itu sendiri jika tidak didapat dengan cara yang halal pasti tidak mendapatkan keridhoaan Allah SWT alias kemegahan itu tidak mengantarkan yang bersangkutan ke surga. Begitu juga tentang keilmuan, ilmu pengetahuan yang Allah ridho adalah ilmu yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat dan bukan digunakan untuk menipu dan bahkan untuk mencuri aset umat, dan bila karena ketinggian ilmu itu dipergunakan untuk mencuri, berbual, menipu, dan lain-lainya maka itupun tidak mendapat ridho Allah.

Dengan demikian, rupanya ke surga itu benar-benar sangat simple tinggal hidup berlandaskan syariah secara totalitas, maka beruntunglah bagi orang-orang yang hidup sederhana dengan cara yang halal mampu mengantarkannya ke surga dari pada hidup bergelimang harta yang megah tetapi didapat dengan cara-cara haram itu semua akan menutup pintu jalan ke surga.

Berdasarkan secuil ulasan antara tiket ke surga dan tiket ke surga barangkali terfikir oleh kita bahwa hidup yang sangat baik disisi Allah SWT adalah hidup yang sederhana dengan ikhtiar secara halal mencari dan mengumpulkan rejeki yang Allah sebarkan di muka bumi selagi nyawa dikandung badan, dan bukan hidup dengan bermewah-mewahan dengan cara membual, menipu, mencuri dan atau berikhtiar dengan menentang hukum Allah demi dianggap sukses.

Dengan demikian, jika mau ke surga ya harus dihentikan berjanji tapi tidak ditepati, mencuri atau korupsi, memfitnah, hidup dengan suasana zina dan lain sebagainya. Dan salah satu terjadi kemunduran kehidupan umat di dunia adalah banyaknya penjanji tapi ingkar dan banyaknya pencuri aset publik demi kemegahan pribadi atau kelompok. Aceh daerah syariah merupakan lambang kemajuan.

Penulis
*) Dr. Zainuddin, SE, M.Si
Dosen Fakultas Ekonomi Serambi Mekkah Banda Aceh

Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...