Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Keramba Jaring Apung

Cara Pemko Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

HUMAS PEMKO BANDA ACEHPeningkatan pemberdayan ekonomi kerakyatan untuk masyarakat pesisir khusunya nelayan terus dimaksimalkan Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin.
A A A

BANDA ACEH- Peningkatan pemberdayan ekonomi kerakyatan untuk masyarakat pesisir khusunya nelayan terus dimaksimalkan Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Zainal Arifin saat menjadi narasumber dialog bersama RRI di kawasan budidaya keramba, Gampong Alue Deah Teungoh, Selasa, (9/3/2021).

Dalam dialog tersebut Chek Zainal panggilan akrab wakil wali kota menyebutkan program keramba jaring apung yang dikembangkan oleh Pemko Banda Aceh tersebut salah satu program dalam rangka meningkatkan sumber pendapatan nelayan.

"Ada beberapa jenis ikan yang dibudidayakan yakni, Kakap Putih, Rambeu dan Kerapu yang bernilai ekonomis tinggi yang dikembangkan pada beberapa lokasi yang secara langsung mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir," sebutnya.

Chek Zainal juga mengatakan kehadiran budidaya keramba ini salah satu bukti kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap sektor perikanan.

"Ini salah satu perhatian Pemko Banda Aceh untuk lebih fokus terhadap sektor perikanan, tak hanya budidaya keramba saja namun juga fasilitas- fasilitas untuk nelayan seperti bantuan perahu motor dan lainnya," jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut Pengurus HKTI Kota Banda Aceh, Ketua Pembina Kelompok Budidaya keramba Zaki Musa serta para pelaku usaha keramba jaring apung.

Rubrik:GEMILANG

Komentar

Loading...