Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali didemo oleh Mahasiswa, Kamis (17/9). Aksi unjuk rasa kali ini dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Politik UIN Ar- Raniry Banda Aceh. Massa aksi unjuk rasa meminta Kepala Pemerintahan Aceh menjamin perlindungan terhadap petani dan nelayan sebagai upaya memastikan ketahanan pangan. Para pendemo membawa berbagai poster seperti "Buya Krueng Teudong-dong Buya Tamoeng Meuraseki"

Butuh Partisipasi Masyarakat Persoalan Sampah di Lhokseumawe

SAID AQIL AL MUNAWARTumpukan sampah
A A A

LHOKSEUMAWE - Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses maupun disebut salah satu benda buangan yang umumnya. Seperti halnya di Kota Lhokseumawe tumpukan sampah ditempat pembuangan belum adanya partisipasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola atau membuang sampah.

Pantauan acehimage.com, tumpukan sampah yang sudah mulai terlihat menumpuk di kota Lhokseumawe di lokasi tempat pembuangan dekat SMP Negeri 15 Lhokseumawe tepatnya hanya beberapa jarak dengan kantor PWI Lhokseumawe- Aceh Utara. Terlihat bahwa petugas Kebersihan tidak mengangkut sampah. Kamis (03/09/2020).

Disebabkan, karena tempat penampungan sudah penuh membuat sampah berserakan ke jalan, bahkan sebagian jatuh ke dalam selokan disekitarnya. Meskipun demikian pihak petugas tetap mengangkut sampah setiap hari dengan mobil untuk membuang ke tempat pembuangan akhir.

"Meskipun, terkadang ada warga yang memprotes karena tumpukan sampah mengaku tidak diangkut petugas. Namun setiap hari saya perintahkan petugas untuk mengambil sampah, lalu mengakut ke Tempat Pembuangan Akhir,"kata Safaruddin, Kepala DLHK Lhokseumawe.

Safar menyebutkan, selama ini yang menjadi permasalahan hanya saja kapasitas tempat pembuangan yang tidak lagi mendukung. Cepatnya mebuat sampah menumpuk, karena warga yang membuang sampah bukan saja warga sekitar lagi.

Safaruddin, Kepala DLHK Lhokseumawe.

"Dulu tempat pembuangan dilokasi itu hanya untuk warga gampong setempat saja. Sekarang sudah beberapa gampong membuang sampah ketempat itu, maka tempat pembuangannya cepat penuh,"kata safar.

Dalam hal ini, safar sangat berharap kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengelola sampah. Karena dengan adanya kesadaran, maka peran masyarakat sangat membantu pemerintah dalam menata atau mewujudkan kota lhokseumawe bersih dan indah.

Disamping itu, Safar juga sangat berharap peran dari pmpinan Desa, karena peran Keuchik gampong sangat efektif dalam mengedukasikan warga dalam kesadaran membuang samapah,"tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...