Bupati Sematkan Kajari Sebagai ‘Warga’ Bener Meriah

SAMSUDINPisah sambut Kajari Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Sudah menjadi tradisi bagi Kabupaten Bener Meriah setiap pengantian kepala pejabat instansi vertikal diwarnai dengan acara lepas sambut.

Biasanya pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah akan memberikan cindra mata bagi pejabat lama yang purna tugas didaerah tersebut, sebaliknya pejabat baru akan di sematkan menjadi “warga“ Bener Meriah selama bertugas di kabupaten berhawa sejuk itu.

Hal tersebut juga berlaku bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah yang baru, Agus Suroto SH yang mengantikan Rahmat Azhar SH MH beberapa waktu yang lalu.

Acara penyambutan Agus Suroso SH, sebagai Kepala Kejari Bener Meriah yang baru sekaligus penyematan dia sebagai “warga“ Bener Meriah yang dilakukan Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi didampingi Seketaris daerah (Sekda) Drs Haili Yoga MSi, Ketua MPU Bener Meriah Tgk Almuzani, Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh, yang juga turut dihadiri wakil DPRK dan para anggota DPRK Bener Meriah, para kepala SKPK, dan Wakapolres besarta Kasat Intelkam Polres Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi

“Ini sudah menjadi tradisi kita, dimana setiap masyarakat luar yang bertugas di bener meriah akan menjadi warga Bener Meriah, untuk itu kendati sedikit terlambat namun tidak mengurangi makna hari ini Kepala Kejari Bener Meriah kita sambut dan dinobatkan menjadi 'warga'baru di Bener Meriah,"kata Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi dalam acara Sambut Kepala Kejari Bener Meriah. Senin (17/2/2020) di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah.

Dikatakan Sarkawi, penyelengaraan pembangunan daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Peran serta instansi vertikal sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Oleh karena itu, lanjut orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi arabika itu, koordinasi dan dengan adanya dukungan dari berbagai instansi vertikal diantaranya Kejari, Polres, Dandim, Bataliyoan, Kejaksaan Negeri tentu akan merasa sangan terbatu.

Memang, sambungnya sejauh ini Kabupaten Bener Meriah masih butuh perbaikan dan penataan untuk meningkatkan pembangunan dengan mewujudkan birokrasi yang baik. Hal itu lantaran salama Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten induk Aceh Tengah 17 tahun yang lalu sudah ada 10 bupati, dan tentu program-program yang dilakukan belum maksimal.

“Bila dibandingkan dengan Kabupaten induk Aceh Tengah satu bupati saja menjabat 10 tahun, sementara Bener Meriah baru berumur 17 tahun 10 sepuluh kali ganti bupati tentunya untuk mewujudkan pembangunan secara maksimal butuh dukungan dan kerjasama yang baik semua elemen," terang Sarkawi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah yang baru Agus Suroto SH mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran Pemda Bener Meriah yang telah menyambut baik kehadirannya di kabupaten negeri diatas awan itu.

"Saya tidak menduga mendapat sambutan yang begitu baik, bahkan untuk hari ini saja saya benar-benar tidak tau akan disambut dan dinobatkan menjadi warga Bener Meriah," ucap mantan kejari Tanjung Perak itu.

Dalam kesematan itu, Agus Suroso juga memperkenalkan dirinya yang telah bertugas menjadi kejari selama 27 tahun sejak dari tahun 1993, yang telah menempati beberapa kepala kejari di berbagai daerah.

"Dan yang pertama menjadi Kepala kejari yakni di Tanjung Perak,"paparnya.

Menurut Agus Suroso, demi kerja, demi kemajuan lembaga Kejaksaan untuk itu mohon diterima dengan baik, dan dia berjanji akan selalu melakukan kordinasi dengan pimpinan daerah, para forkopimda plus.

“Beberapa hari yang lalu saya menghadiri rapat di Kejati, ternyata dalam kesempatan itu ada beberpa hal yang disampaikan termasuk Kejaksaan Negeri Bener Meriah ini mendapat perintah untuk membangun zona integeritas yaitu wilayah bebes korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani," kata Agus Suroso.

"Tentunya hal ini perlu kerja keras, untuk itu dalam kesempatan ini kami mendeklarasikan Kejaksaan Negeri Bener Meriah akan membangun zona integeritas menuju WBK (wilayah bebas kurupsi) dan WBBM (Wilayah birokrasi bersih dan melayani),"pungkas Agus.

Sedangkan Ketua MPU Bener Meriah dalam kata petuahnya menyampiakan kita semua merupakan abdi atau pelayan untuk itu, marilah untuk memberikan pelayan yang baik.

"Disamping itu yang paling penting ialah lita’arafu atau saling mengenal," pinta Tgk Almuzani.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...