Dirlantas Polda Aceh, Kombes. Pol. Dicky Sondani, SIK, MH yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh, Kompol. T. Zainal Amri, SH, SIK menjadi narasumber peHTem edisi Senin 30 Mei 2022 episode ke 81 Tahun ke II dengan tema: Pelat Hitam Atau Pelat Putih?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Bupati Bener Meriah Terima Kunjungan Silaturahmi Dewas LPP RRI Pusat

IstPemkab Bener Meriah Terima Kujungan rombongan Dewas RRI
A A A

ACEHIMAGE.COM – Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi menerima kunjungan silaturahmi Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Dewas LPP RRI), Anwar Mujahid beserta rombongan. Kamis, 14 April 2020 di pendopo Bupati setempat.

Ikut serta dalam rombongan Dewas LPP RRI Pusat itu  Dirut Utama LPP RRI Pusat, Hendrasmo, Direktur teknologi media Baru Muhammad Sujai, Direktur program dan produksi, Mistam dan sejumlah pejabat LPP RRI Takengon.

Kunjungan silaturahmi sejumlah pejabat LPP RRI tersebut di Bener Meriah juga dalam rangka penyerahan bantuan bencana.

Semenatara turut serta mendapingi Bupati Bener Meriah diantaranya, Plt Asisten I Khairmansyah, Asisten II drh. Sofyan, Asisten III Armasyah,  Kadis Pariwisata Irmansyah, Kadis Kominfo Ilham Adbi, Kadis Sosial Ir. Mahmuddin.

Bupati Bener Meriah, Sarkawi saat menerima langsung bantuan yang diberikan oleh Dewas LPP RRI Pusat mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian LPP RRI kepada warga di Bener Meriah, terutama yang tertimpa bencana.

"Terima kasih atas bantuan yang diberikan, saya sangat terharu dengan kepedulian LPP RRI yang jauh-jauh datang dari Jakarta demi membantu masyarakat kami yang tertimpa musibah,”kata  Abuya.

Sarkawi juga mengatakan, Pemerintah  Kabupaten Bener Meriah serius untuk menghadirkan RRI di kabupaten negeri diatas awan tersebut. Hal itu kata Bupati dibuktikan dengan menghentikan siaran Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) dan mengudaranya RRI Rimba Raya yang saat ini Pemerintah setempat telah mempersiapkan gedung operasional.

"Jadi sekarang tugas beliau (Dirut dan Dewas) kami sudah mulai. Ini (Bener Meriah) beda, walau Takengon sudah ada RRI, karena ada evidence lain, karena ada historis, tapi kita enggak bisa menjadikan sendiri tanpa RRI nya, maka kita harapkan RRI bisa betul-betul serius untuk lembaga yang sudah dibuat," jelasnya.

Disisi lain Abuya juga mengatakan LPP RRI sangat berarti bagi Indonesia, punya sejarah besar. "Bener Meriah juga memiliki RRI Rimba Raya, radio inilah yang telah memberikan informasi kepada radio dunia saat itu bahwa Indonesia masih ada, sementara Belanda telah mengatakan Indonesia sudah bubar," cerita bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Bener Meriah itu jug mendoakan semoga RRI Rimba Raya akan menjadi lebih berkembang lagi, mengingat nilai histori yang luar biasa untuk Indonesia dan pernah mencuat dunia. Pertahankan keberadaannya untuk Indonesia, bahwa RRI dan TVRI inilah milik negara.

Sementara itu Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo menyampaikan akan berusaha merealisasikan adanya RRI di Bener Meriah.

"Kita punya pijakan yang sama, sejarah. RRI Rimba Raya berdiri dari sejarah, kita punya sejarah bagaimana RRI menyampaikan informasi masih adanya republik, jadi kita berfikir bahwa bisa merealisasikan impian ada RRI disini penting karena nilai itu, supaya kita punya rasa keindonesiaan yang semakin kuat, jadi kami akan mengupayakan dengan mengumpulkan informasi dulu, mengakses, semoga kita bisa kembali mengolek data yang ada," kata Dirut Utama LPP RRI itu.[]

Rubrik:ACEHRILIS

Komentar

Loading...