Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Miliki 72 Bet

Bupati Aceh Utara Resmikan Ruang Isolasi Mandiri COVID-19

BULKHAINI- Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meresmikan ruangan isolasi mandiri untuk orang tanpa gejala
A A A

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meresmikan ruangan isolasi mandiri untuk orang tanpa gejala yang memanfaatkan RSUD Pratama Aceh Utara, Kamis (27/8/2020). Rumah sakit tersebut berada di Gampong Alue Mudem Kecamatan Lhoksukon.

Peresmian ruang isolasi mandiri COVID-19 di RSUD Pratama ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati H Muhammad Thaib, turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Amir Syarifuddin SKM, dan sejumlah pejabat Forkopimda Aceh Utara. Bupati juga meninjau langsung fasilitas dan prasarana yang ada di setiap ruangan RSUD Pratama yang dibangun tahun 2019.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad kepada acehimage.com menyatakan pemanfaatan ruang rawat inap RSUD Pratama untuk tempat isolasi mandiri Covid-19 ini sesuai instruksi Gubernur Aceh melalui surat Nomor 440/10813 tanggal 30 Juli 2020 agar Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Aceh menyiapkan tambahan ruang perawatan dan karantina pasien positif Covid-19 bersifat OTG di setiap rumah sakit.

"Penambahan ruang isolasi mandiri OTG Covid-19 di RSUD Pratama sebanyak 72 bed dan jumlah ini sudah melampaui dari target sebelumnya,"kata Cek Mad sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Dikatakan Cek Mad, pembangunan RSUD Pratama di Lhoksukon untuk menyahuti aspirasi masyarakat wilayah timur Aceh Utara.

"Selama ini masyarakat wilayah timur cukup jauh untuk mengakses layanan rumah sakit. Fasilitas terdekat adalah RSUD Cut Meutia di Buket Rata, Lhokseumawe, yang jauhnya mencapai 60 Km dari Kecamatan Langkahan,"ujar Cek Mad.

Menurut Cek Mad, fasilitas RSUD Pratama akan terus dilengkapi sejalan dengan menyiapkan regulasi untuk bisa beroperasi penuh nantinya.

“Kita doakan bersama agar RSUD Pratama ini dapat segera beroperasi, sehingga masyarakat wilayah timur Aceh Utara, seperti dari Kecamatan Langkahan, tidak perlu lagi ke Lhokseumawe untuk berobat,” ungkap Cek Mad,

Cek Mad juga menyebutkan, RSUD Pratama rencananya akan diberi nama RSUD dr Muchtar Hasbi.

"Kita berharap masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan Ini Gubernur Aceh juga akan mengeluarkan aturan terbaru tentang penerapan protokol kesehatan, di antaranya dengan menerapkan sanksi atau hukuman kepada para pelanggar,"terang Cek Mad.

Cek Mad juga menyampaikan semoga ruang isolasi yang telah di resmikan ini, semoga tidak pernah terpakai jika kita semua tetap taat dan patuh pada anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19.

Sementara Itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin SKM dalam laporannya menyebutkan, ruang isolasi mandiri di RSUD Pratama diprioritaskan penggunaannya untuk menampung Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 dari kalangan ASN dan Forkompinda.

"Selain ASN dan Forkompinda, juga kepada para medis yang terpapar Covid-19 di karenakan saat ini paramedis berada di garda terdepan dalam menagani pasien Covid-19, sehingga sangat rentan terpapar,"ujar Amir Syarifuddin.

Amir Syarifuddin juga menyebutkan, di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh juga banyak paramedis yang hasil swab-nya dinyatakan positif. Mereka berstatus OTG, sehingga terpaksa dirumahkan dan dilakukan isolasi mandiri.

"Kita harapkan, walau sudah di persiapkan ruangannya, tapi kita harapkan jangan pernah ada yang ditempati oleh yang terpapar Covid-19,” harap Amir Syarifuddin.

Dikatakannya, hingga saat ini jumlah penduduk Aceh Utara yang pernah terpapar virus Covid-19 sebanyak 11 orang. Kasus terbaru sebanyak 3 orang, sedangkan kasus sebelumnya 8 orang.

“Mudah-mudahan ke depan jumlah kasus Covid-19 di Aceh Utara tidak lagi bertambah, sehingga ruang isolasi yang telah kita siapkan tidak akan pernah dipakai,” tandas Amir Syarifuddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...