Aktivis Perempuan, Yulindawati kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 9 Februari 2023 episode ke 50 Tahun ke 3 dengan tema: Pedagang Kaki Lima Tertindas, Benarkah LKMS Mahirah Muamalah Melakukan Praktek Lintah Darat di Nanggroe Syariah? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Buntut Penggusuran Para Pedagang Berujung Demo Ke Kantor Walikota Lhokseumawe

Para Pedagang Bedemo Ke Kantor Walikota Lhokseumawe
A A A

LHOKSEUMAWE - Ratusan pedagang di Kota Lhokseumawe melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Walikota. Para pedagang yang melakukan aksi menuntut kepada Pj Walikota terkait pengusuran kios pedagang yang berada di jalan stadion Desa Mongedong, Kecamatan Banda Sakti. Selasa 16 Januari 2023.

Sebelumnya, para pedang yang melakukan unjuk rasa berkumpul di simpang bundaran Mongeudong dan melakukan long march ke halaman kantor wali kota dengan membawa spanduk bertuliskan, "Pj Wali Kota Lhokseumawe Preman.

Koordinator unjuk rasa Beni Murdani, dalam orasinya meminta kepada Pj walikota agar meninjau kembali terhadap tindakan pengusuran kios para pedagang di kota Lhokseumawe tersebut. Apalagi dengan cara tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak satpol dan keamanan saat penggusuran.

"Kami meminta kepada Pj Walikota Lhokseumawe agar meninjau kembali terhadap kebijakan penggusuran kios para pedagang,"ujar Beni mewakili ratusan para pedagang.

Disela-sela dialog antara para pedagang dan Sekdako T Adnan yang ikut disaksikan oleh pihak keamanan, emak-emak menuding dalam aksi pengusuran yang dilakukan pihal Satpol-PP dan WH selain adanya tindakan kekerasan juga terjadi pelecehan seksual oleh Petutas Satpol PP.

Menanggapi tuntutan para pedagang tersebut, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe T Adnan mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Pj Walikota Lhokseumawe terhadapat tuntunan para pedagang.

"Saya akan coba sampaikan kepada Pj Walikota nanti setelah beliau balik dari jakarta, bagaimana solusi terhadap tuntutan warga."ujar Adnan.

Sekda menyebutkan, setau dirinya ada dua poin tuntutan yang diharapkan oleh para pedagang tadi dan ia akan menyampaikan kepada Pj Wali Kota Lhokseumawe, yaitu pedagang berharap agar tidak digusur dulu dan berharap bila perlu di musyawarahkan dengan Geuchik atau aparat Gampong.

Setdako Adnan dalam wawancaranya kepada awak media menegaskan, penggusuran itu bukan keinginan Pj Wali Kota Lhokseumawe, tetapi ini merupakan kemauan Pemko Lhokseumawe untuk keindahan kota terlihat indah dan rapi.

"Penggusuran ini bukan kemauan Pj Walikota Imran, tapi ini tujuan pemko untuk keindahan kota, agar terlihat rapi. Jadi ini kebetulan Pak Imran Pj Walikota, jadi jangan salah arti, jangan ke personalnya. Kalopun saya jadi Walikota demi keindahan kota, juga akan lakukan demikian, karena ini untuk keindahan kota."kata Adnan.

Menepis tudingan para pedagang emak-emak saat berdialog di aksi demo soal tudingan pelecehan seksual oleh Petugas Satpol-PP, Adnan mengaku sudah memanggil dan berkoordinasi dengan Komandan Satpol-PP, bahwa tindakan itu tidak benar dan Tidak ada, namun dirinya akan memastikan lewat vidio yang beredar.

"Saya tadi sudah koordinasi dengan danyon Satpol-PP, bahwa tudingan itu tidak benar dan itu tidak ada, tapi tetap kita pantau lebih lanjut lewat vidio-vidio maupun vidio yang beredar di medsos. Mungkin sama teman-teman juga ada vidio itu coba di cek, apa benar ada pelecehan seksual "ujarnya.

Adnan berharap dalam peristiwa jangan ada pihak-pihak yang memprovokator, kedepan ia berharap kepada warga jika melakukan aksi harus lebih dulu di urus izin dan legalitas jelas. Kalo ini kita maklumi karena dengan ke spontanan pedagang menyampaikan aspirasinya.

"Maka tadi saya tanyakan kepada adik adik mahasiswa yang mewakili tadi, kalo besok ada demo tolong izinnya di urus dulu agar jelas legalitasnya."kata Adnan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...