Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kewenangan kepada 14 kabupaten/kota di Aceh bersama 88 Kabupaten/Kota lainnya yang berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19, untuk membolehkan masyarakat melaksanakan kegiatan yang produktif.

Hasil Kerjasama dengan Koperasi Holam Bahtera

BUMK Meluem Salurkan Beras untuk Warga

SAMSUDINCamat Kecamatan Bukit, Aswin menyerahkan beras secara simbolis kepada masyarakat Kampung Meluem
A A A

BENER MERIAH – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Meluem bekerjasama dengan koperasi Holam Bahtra membagikan beras kepada seluruh masyarakat Kampung Meluem.

Pembagian beras tersebut berlangsung di halaman Rumah Reje (Kepala) Kampung Meluem, Kecamatan Bukit yang turut dihadiri Camat Kecamatan Bukit Aswin SE, Jumat (15/5/2020).

Kepada media ini, Reje Kampung Meluem Halwan Toni menyebutkan, masing-masing kepala keluarga (KK) warga Kampung Meluem mendapatkan beras sebanyak 45 kg atau tiga karung dengan masing-masing seberat 15 kg.

“Kami membagikan kepada setiap warga yang memiliki Kartu Keluarga di Kampung ini, dan masing-masing KK mendapatkan 3 karung beras dengan berat perkarung 15 Kg tanpa mebeda-bedakan antara yang kaya dan yang miskin,"ujar Toni

Menurut Toni, beras yang dibagikan kepada warganya adalah merupakan hasil kerjasama antara BUMK Kampung Meluem dengan koperasi Holam Bahtera dengan mekanisme telah dilakukan ikat kontrak terkait pembelian kopi dan kemudian hasilnya (keuntungan) di belikan beras sebanyak 3 ton untuk dibagikan kepada warga.

Selanjutnya, beberapa pedagang (pengepul ) kopi disini bekerjasama dengan Holam Bahtera atas nama BUMK yang kebetulan dirinya sebagai kolektornya menampung kopi dari masyarakat dengan harga yang telah disepakati.

“Alhamdulilah kerjasama ini cukup menguntungkan masyarakat apalagi ditengah Pendemi Covid-19, dimana di daerah lain harga kopi gelondong (kopi merah) hanya dibeli Rp6000-Rp6500 perbambu namun kita tetap membeli kopi masyarakat seharga Rp7000 perbambu,"ungkap Toni.

Kata Toni, ide tersebut muncul beberapa beberapa waktu kebelakangan ini dimana ia berpikir bagaimana caranya setiap warga dapat menerima minimal senilai 500 ribu per KK dari dana desa namun setelah berkoordinasi dengan DPMK Bener Meriah, tidak ada aturan yang membenarkan dana desa bisa membeli beras lantas melalui kerjasama BUMK Meluem dengan Koperasi Holan Bahtera dari keuntungan kerjasama tersebut membelikan beras dan dibagikan kepada masyarakat tanpa mengurangi modal awal BUMK yang dialokasikan dari Dana Desa.

“Selama pendemi Covid-19 alhamdulilah kopi warga disini tidak ada bermasalah, karena semua kopi masyarakat ditampung oleh Koperasi Holam Bahtera denagn harga juga terbilang menguntungkan apabila dibandimngkan dengan daerah lain,"timpal Halwan Toni.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bukit, Aswin mengatkan cara tersebut patut dicontoh bagi Kampung lainya untuk mensejahterakan masyarakatnya melalui BUMK yang mengait kerjasama dengan Koperasi untuk membagikan keuntungan kepada masyarakat.

"Hal ini perlu diapresiasi dan dicontoh karena kita melihat pembagiannya pun cukup transparan dan merata tampa membedakan antara yang kaya dan miskin asalkan memiliki KK di kampung ini. Asalkan tidak bertentangan dengan aturan kita mendukung setiap kampung mengambil kebijakan yang berorentasi pada kepentingan masyarakatnya,"ucap Aswin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...