Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

BUMG Bayu Sepakat Mandiri Bersama Dikelola dengan Sistem Hediherting

BULKHAINIBayu Sepakat Mandiri
A A A

ACEH UTARA - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Kecamatan Syamtalira Bayu "Sepakat Mandiri Bersama" melakukan sistim bagi hasil bersama dengan 60 persen untuk hak Desa dan 40 persen untuk hak pengurus.

Dari 38 Gampong, sebanyak 15 Gampong tergabung dengan BUMG "Sepakat Mandiri Bersama" sudah berjalan dengan sesuai kesepakatan musyawarah Tertulis dalam IDRT perusahaan.

"Terciptanya keinginan membangun usaha toko bangunan dan peralatan listrik atas kreatifitas semangat dari ketua forum dan para geuchik pembina yang ada di 15 serta dukungan Pemerintah Daerah dan seluruh stacholder yang ikut membantu kemajuan usaha ini " Kata Ketua Koordinator pengolola harian (BUMG) Bayu "Sepakat mandiri bersama" Keuchik Supriadi Kepada Wartawan, Rabu (19/8/2020).

Dikatakannya, berawal dari niat untuk penambahan dana Desa hasil studi banding keluar daerah, maka kita terapkan BUMG bersama yang sudah dua tahun berjalan.

"Insya Allah BUMG kita sudah ada hasil dengan sistim yang kita jalankan dengan sistem hediherting, jadi kalau ada keuntungan setelah kita tunaikan zakat,60 persen untuk desa, 40 persen ke pengurus,"ujar Keuchik Supriadi.

Keuchik Supriadi menjelaskan, untuk modal awal dalam mendirikan usaha itu menghabiskan anggaran sebesar Rp100 juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa masing Gampong.

"Usaha toko bangunan itu memiliki tarif harga barang yang dipasang tidak terlalu berbeda dengan harga pasaran namun toko bangunan (Bumdes) desa ini mampu meraih omset dari penjualan mencapai Ratusan juta rupiah pertahun,"ungkap Keuchik Supriadi.

Supriadi berharap dukungan dari masyarakat di desa masing- masing sangat diperlukan, agar toko yang dikelola Bumdes tersebut lebih maju lagi kedepannya.

"Rencana kedepan kita selaku pengurus BUMG akan membangun pasar induk dengan sistim penyewaan nantinya sehingga omset desa akan semakin meningkat dan wacana itu sudah kita bicarakan dengan pihak muspika pemda,"terang Keuchik Supriadi.

Sementara itu, Camat Kecamatan Syamtalira Bayu Fatwa Maulana menyampaikan dukungan terhadap program BUMG Bayu "Sepakat Bersama Mandiri".

"Kita sangat mendukung langkah para Keuchik serta mengajak desa lain yang belum bergabung supaya ikut serta karna masih ada dana desa yang di peruntukan sehingga pendapatan PAD desa kedepan bisa meningkat di sektor ekonomi gampong secara pesat,"ujar Camat Fatwa Maulana.

Camat Fatwa juga mengapresiasi kepada 15 Gampong yang telah membina secara bersama membangun pondasi pendapatan desa lewat BUMG bayu Sepakat Mandiri Bersama yang semakin sukses.

"Saya berharap kedepan kegiatan seperti ini bisa di ikuti oleh desa desa lain, seperti halnya yang sudah dilakukan oleh 15 desa,"
harapnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...