Buku Karangan Abuya Jamaluddin Wali Kembali Diedarkan

MUHAMMAD THAISIRBuku karangan Almarhum Abuya Jamaluddin Wali yang berjudul “Ajaran Ajaran Menyimpang” kembali didapatkan oleh masyarakat.
A A A

ACEH SELATAN – Buku karangan Almarhum Abuya Jamaluddin Wali yang berjudul “AJARAN AJARAN MENYIMPANG” kembali didapatkan oleh masyarakat.

Buku yang sudah dianggap hilang jejak dan susah didapatkan ternyata ada pihak yang menyelusuri dan diberikan dengan cuma cuma.

Buku karangan yang diterbitkan pada tahun 2012 itu ternyata menjadi pedoman pada masyarakat Aceh Selatan dalam menjalankan kerukunan aqidahnya.

“Kami beranggapan bahwa buku tersebut akan menjadi sebuah kenangan nama, tapi siapa sangka buku karangan Abuya Jamaluddin Wali salah satu Uluma Aceh asal Aceh Selatan yang berdomisili di Labuhanhaji ternyata bisa didapatkan kembali melalui pengurus Huda,”sebut Tgk Sulaiman Subhi salah seorang tokoh masayarakat di Pasie Raja kepada Wartawan, Sabtu (29/02/2020).

Menurutnya, buku karangan Almarhum tersebut yang mengandung penjelasan tentang Aqidah memang sangat diminati oleh masayarakat Aceh Selatan. “Kami gak tau kenapa buku karangan Abuya itu tidak dipasarkan seperti buku buku lain, padahal pihak masyarakat sangat berharap buku tersebut bisa diteruskan pada generasi yang akan datang,”sebut Tgk Sulaiman.

Menurutnya, Kehadiran organisasi Huda di Aceh Selatan sangat berpengaruh pada masyarakat  yang merampungkan segala persoalan. “Sekali lagi atas nama masyarakat saya mengucapkan terimakasih kepada Huda Aceh Selatan,”tutur Tgk Sulaiman yang didampingi Tgk Hanafiah Yus.

Himpunan Ulama Dayah (Huda) Aceh Selatan melalui Ketua Bidang Dakwah dan Kemasyarakatan Tgk Mubarak, membenarkan bahwa buku tersebut sudah dibagikan kepada sebagian masyarakat Aceh Selatan pada tahab pertama ini.

“Setelah berkoordinasi dengan ulama ulama sepuh yaitu majlis masyair yang ada di dalam struktur Huda dengan arti bukan sepihak dari struktur pengurus utama tetapi dari semua elemen Huda, bersepakat untuk memperbanyak dan menyebar luaskan kepada seluruh masayarakat Aceh,”sebut Tgk Mubarak.

Menurutnya, buku bertema Ajaran Ajaran Menyimpang itu mengandung materi tentang penjagaan akiqah umat dari ajaran ajaran menyimpang yang akan dikuatirkan makin membanyak dikemudian hari.

“Terkait pemberian buku tersebut masyarakat sangat mengrespon optimis dengan harapan semoga masyarakat bisa menjadi pegangan dalam menjalankan  aqidah yang sudah ditetapkan oleh ulama ulama Ahlisunnah Waljamaah,”terang Tgk Mubarak yang juga seorang Pimpinan Dayah Darussa’adah di Kota Fajar.

Mengingat kebutuhan minat baca yang masih banyak penggemar, pengurus Huda Aceh Selatan mengambil sikap untuk kembali mencetak ulang dan mengedarkan kepada masayarakat sebanyak banyaknya.

“Setelah dilakukan percetakan ulang kami langsung memberikan secara gratis kepada masayarakat Aceh Selatan dengan tembusan kepada Camat, KUA dan Imam Mesjid,”sebut Tgk Muzar SH pengurus Huda Bidang Pendidikan pada Wartawan secara terpisah.

“Untuk tahab pertama ini kita cuma mentak sebanyak 1000 buku saja, kita bagikan khusus Aceh selatan dan untuk selanjutnya nanti secara bertahab akan kita sesuaikan seperti yang dibutuhkan oleh masyarakat seluruh Aceh,” ujarnya.

Diketahui buku tersebut yang ditemukan kembali pada tanggal 20 November 2019, banyak pihak masyarakat yang menghubungi pengurus Huda baik di lingkungan Aceh Selatan maupun di luar Daerah.

 “Ada dari Kabupaten Simulue, Nagan Raya, Aceh Utara dan banyak yang lainnya lagi, mereka telah menghubungi saya untuk memesan buku tersebut. Pada tahab ke dua nanti kita kembali mencetak sebanyak 2000 buah buku. Harapan semoga buku karangan Almarhum Abuya  Jamaluddin Wali ini akan menjadi sebuah pegangan dalam hidup kita,”tutup Tgk Muzar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...