Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 4 Juli 2022 episode ke 91 Tahun ke II dengan tema: Banda Aceh Terutang, Pejabat Ramai-Ramai Pelisiran Ke Medan, Ada Apa?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Buka di Atas Jam Malam, Satgas Covid Tindak Tegas Usaha Warkop

Tribrata NewsPetugas menindak sejumlah warung kopi dan rumah makan yang masih buka di atas pukul 23.00 WIB, di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2021
A A A

BANDA ACEH - Satgas Covid-19 Aceh membubarkan kegiatan masyarakat di warung kopi, rumah makan dan tempat lainnya yang menimbulkan kerumunan di atas pukul 23.00 WIB. Penegakan hukum dan penindakan tersebut dilakukan secara serentak di wilayah hukum kota Banda Aceh, Jumat, 21 Mei 2021.

Penegakan hukum tersebut dipimpin oleh Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito. Turut mendampingi Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Dalam keterangan tertulisnya, Agus Sarjito menyebutkan, kegiatan yang dilakukan Satgas gabungan tersebut bukan lagi bersifat imbauan, tetapi sudah berupa penindakan langsung serta peringatan tentang batas waktu berjualan dengan mempedomani Peraturan Wali Kota Banda Aceh, Nomor 20 tahun 2020.

"Dalam Perwal tersebut, Bab III pasal 3 ayat 2 menyatakan, kegiatan usaha makanan dan minuman mulai beroperasi setiap harinya dimulai dari pukul 05.30 – 23.00 Wib," kata Agus, Sabtu, 22 Mei 2021.

Dalam kegiatan itu juga, lanjut Agus, petugas turut memberikan somasi agar pengelola warung kopi dan pedagang lainnya segera tutup. Petugas juga mengingatkan apabila besok masih membuka layanan di atas pukul 23.00 WIB, pengelola berpeluang mendapatkan sanksi.

“Kalau aturan tersebut dilanggar tentunya akan ada sanksi. Nanti kita bisa merujuk ke Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan sanksi berupa pidana penjara 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp.100 juta,” jelas Agus secara rinci.

Peningkatan kegiatan dilakukan karena secara umum tingkat kepatuhan masyarakat terhadap upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dianggap rendah. Sementara angka penularan virus semakin meningkat.

“Jadi, dengan dilakukan penindakan ini bukan berarti kami kejam, tapi ini semua demi menyelamatkan masyarakat Aceh,” pungkas Agus Sarjito.

Kegiatan tersebut ikut melibatkan personel dari Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, Satpol PP Provinsi Aceh, Satpol PP Kota Banda Aceh, personel Kodam Iskandar Muda serta Kodim Banda Aceh dan Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh. Semuanya tergabung dalam Satgas Covid-19 Aceh.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...