Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Sambut Tahun Ajaran baru

Brimob Polda Aceh Sterilkan SMAN 2 Banda Aceh

IKHSANPesonel Brimob Polda Aceh melakukan penyemprotan disinfektan di SMAN 2 Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH - Dalam rangka menyambut proses pembelajaran tatap muka di Sekolah memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, Pihak sekolah terus mempersiapkan berbagai tahapan. Seperti yang dilakukan di SMA Negeri 2 Banda Aceh, Sabtu (11/7/2020 ) pagi tadi.

Pihak sekolah yang bekerjama dengan Satuan Brimob Polda Aceh melalui Detasememen Gegana Satbrimob Polda Aceh melakukan penyemportan disinfektan keseluruh pekarangan dan ruangan sekolah.

Dansat Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Suheru SIK MH melalui Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh Kompol Akmal SE MM mengatakatan, pihaknya terus melakukan penyemprotan disinfektan  menyambut tahun ajaran baru demi proses pembelajaran tatap muka.

Bahkan, Personel Brimob Polda Aceh telah melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas publik, seperti rumah ibadah, sekolah, pusat pembelanjaan hingga Universitas (kampus).

"Sudah melaksanakan penyemprotan disifektan jauh-jauh hari sebelumnya, artinya mulai awal Maret perdana kita laksanakan yaitu di Masjid Raya, kemudian di jalan Protokol , rumah sakit umum, dan Masjid Polda juga dengan menggunakan Water Cannon dan dipandu ada empat unit mobil dauble cabin," sebut Akmal.

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh Kompol Akmal, SE, MM didamping Kepala SMAN 2 Banda Aceh, Drs. Mukhtar

Kegiatan serupa, kata dia akan terus berlanjut dilakukan ke berbagai tempat lainnya, namun untuk sementara ini pihknya lebih memfokuskan ke sekolah-sekolah.

"Ya, akan terus berlanjut, kalau sekolah lebih kurang enam ya, baik tingkat Madrasah kemudian SMP dan SMA. Kalau di lingkungan pendidikan kami sudah lakukan di Universitas Syiah Kuala beberapa hari yang lalu, di Unida juga pernah kami lakukan, Kemudian beberapa sekolah lainnya, baik di MIN, SD sudah kita laksanakan," terangnya.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar tetap mengikuti protokol kesehatan sepeti jaga jarak dan kebersihan di lingkunga tempat tinggal.

"Ini kewajiba kita bersama. Jaga kebersihan dan Physical Distancing,"pungkasnya.

Sementara Kepala SMAN 2 Banda Aceh Drs Mukhtar menyampaikan sejauh ini pihak sekolah sedang mempersiapkan berbagai langkah-langkah dalam rangka menyambut proses belajar tatap muka menyambut tahun ajaran baru yang akan berlangsung pada 13 Juli 2020 mendatang.

Pun demikian, sejauh ini dirinya mengaku belum menerima surat keputusan dari Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kota Banda Aceh boleh atau tidaknya dilakukan proses belajar tatap muka.

"Kita menunggu petunjuk dari dinas apakah Banda Aceh boleh dilakukan proses belajar tatap muka atau masih daring (online). Keputusannya ada di Tim Covid daerah masing-masing, mungkin nanti sore sudah ada suratnya, kita masih menunggu," kata Mukhtar.

Penyemprotan disinfetan

Selain itu, sambung Mukhtar, penyemprotan disinfektan di sekolah merupakan salah satu syarat yanh harus dilakukan agar sebelum proses belajar tatap muka itu dilangsungkan. Itu sebabnya ia atas nama Kepala Sekolah mengucpak terimaksih kepada jaaran Polda Aceh yang teah melakukan penyemprota ini.

"Kami juga sedang melakukan persiapan lain secara matang. Kemudian sekolah kita SMA 2 ini ada dua versi ada yang regular ada yang boarding . Khusus yang Boarding kita akan melaksakan sesuai dengan intruksi Menteri belum bisa ke asarama. Mungkin mareka dipastikan belajar secara daring sampai ada ketentuan berikutnya,"ujar Mukhtar.

Senada dengan itu, Komite SMAN 2 Banda Aceh Sukur SPd MPd mengatakan siap mendukung apapun keputusan yang diambil oleh pihak sekolah, apakah dilakukan proses belajar tatap muka atau daring (online).

"Untuk proses belajar mengajar sesuai dengan intruksi dari atas, apakah dari Pemerintah Kota Banda Aceh, Gubernur Aceh, maupun Kementrian," pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...