Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi melantik Dr H Iqbal SAg MAg sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Jumat, (10/7/2020). Iqbal sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat Daya. Pria yang juga pernah menjabat Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan itu lahir di Pidie, 31 Desember 1970.

BPKP – Kejari Akan Gelar Perkara Review Resign Pelabuhan Sabang

ACEHIMAGE.COMTim media acehimage.com bersama kepala Sekretariat dan Humas BPKP Aceh, Idra Andayana.
A A A

BANDA ACEH - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh telah melakukan audit investigasi dugaan penyimpangan proyek perencanaan pembangunan dermaga Balohan Sabang. Sesuai permintaan Kejaksaan Negeri Sabang.

Proyek yang diduga bermasalah ini diserahkan penyidik Kejaksaan Negeri Sabang untuk dihitung nilai kerugian negara oleh auditor BPKP.

Permintaan audit datang dari penyidik Kejari Sabang setelah menemukan indikasi pidana pada proses penyelidikan.

Penyidik tinggal melengkapi unsur perbuatan melawan hukum pada pengerjaan proyek itu dengan nilai kerugian negara harus menunggu hasil audit.

"Hasil temuan tim auditor nanti kita gelar dulu bersama tim kejaksaan. Tujuannya untuk meminimalisir kekurangan, kira-kira apa saja yang masih belum sesuai dengan hasil periksaan tim penyidik," ungkapnya.

Diakuinya juga bahwa, permintaan audit oleh Kejari Sabang sudah diterima BPKP sejak Nopember 2018.

"Nah, tim audit yang di ketuai Ambal Riyanto (Korwas) Investigasi BPKP Aceh mulai 29 September 2019 sudah ke Sabang dengan agenda melakukan audit investigasi,’’ kata kepala Sekretariat dan Humas BPKP Aceh, Idra Andayana, Senin, 7 Oktober 2019.

Menurut Idra Andayana, setelah melakukan audit oleh tim auditor, kemudian akan di gelar perkara antara penyidik kejaksaan dengan audito BPKP Aceh.

Setelah beberapa syarat untuk dilakukan audit investigasi dipenuhi oleh penyidik, hingga akhirnya disepakati oleh BPKP membentuk tim.

"Jadi sudah ada kepastian dan tim auditor sudah seminggu ke Sabang untuk mengaudit," ungkapnya.

Sebelumnya Kejari Sabang telah mematangkan penyidikan dugaan korupsi proyek review desigh pembangunan terminal  balohan Sabang tahun 2016.

Idra Andayana menceritakan, setelah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum, penyidik Kejari Sabang akan melengkapi bukti dengan hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan penyidik minta audit ke BPKP Perwakilan Aceh.

Sebelumnya Kejari Sabang telah menetapkan dua tersangka yaitu T. Hari Kurniawan (THK) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan MT sebagai rekanan proyek.

Keduanya terkait dugaan korupsi perencanaan pembangunan Pelabuhan Balohan dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 633,9 juta di Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang (BPKS).

"Namun setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada beberapa waktu. Kenyataan, karena hasil audit BPKP belum final, maka keduanya sampai saat ini belum bisa ditahan,"

‘’Untuk hitung kerugian negara kita tinggal audit BPKP,’’ ujar Kajari beberapa waktu lalu.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...