Pengamat Ekonomi:

Biar OJK Lakukan Pengawasan Bank, Legislatif Fokus Saja Pada Corona

ISTIMEWARustam Effendi, SE, M. Econ, Ph.D (Cand).
A A A

BANDA ACEH - Pengamat ekomomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rustam Effendi SE MEcon PhD (Cand) berharap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai manifestasi rakyat sebaiknya fokus dalam menyuarakan kepentingan rakyat yang sedang menghadapi mewabahnya virus corona (Covid-19).

Semestinya kata Rustam, dalam kondisi daerah yang mulai terpapar virus corona, anggota dewan lebih baik membahas bagaimana soal kebutuhan rakyat tetap tersedia disaat mareka di lockdown menghadapi situasi yang mencemaskan saat ini.

Kemudian ditambah lagi dengan usaha yang terhenti sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat yang makin tambah mengkhawatirkan hidup mareka.

Anggota DPRA yang telah mendapat legitimasi dari rakyat, sekarang ini saatnya fokus bekerja, jangan justru ikut panik, lalu membuat sesuatu yang tidak fokus, tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran.

"Kalau rakyat dirumahkan, lalu pendapatan masyarakat siapa yang tanggungjawab," ungkap Rustam Effendi kepada  acehimage.com, Rabu (25/3/2020).

Soal rencana dewan akan gelar rapat paripurna besok (hari ini-red), Kamis 26 Maret 2020, Rustam Effendi mengingatkan anggota dewan yang ngotot untuk melaksanakan rapat paripurna tersebut lebih bijak menahan diri karena agendanya belum jelas, apakah pansus Bank Aceh Syariah terkait penyaluran kredit pembiayaan.

Rustam pun menyarankan agar DPRA lebih fokus pada solusi penanganan antisipasi penyebaran covid-19 yang semakin mewabah.

"Saya sarankan rekan - rekan di DPRA agar menggunakan seluruh tenaga, pikiran dan sumberdaya yang ada seperti anggaran kepada penanganan wabah covic 19 yang menyebar akhir - akhir ini," kata Rustam Effendi menyarankan.

Apalagi kata Rustam Effendi, Presiden Jokowi juga telah mengingatkan kepada semua pemerintah daerah agar fokus dan serius tangani masalah sebaran covid-19.

Jika juga rapat paripurna akan dilaksanakan oleh dewan Aceh tentu melanggar peraturan dan larangan penyelenggaraan kegiatan yang dihadiri oleh banyak anggota dewan sehingga mudah tertular virus corona.

"Bahkan pemerintah telah meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap dirumah dan pegawai juga diminta bekerja dari rumah atau work from home," jelasnya.

Sementara jika anggota DPRA  memaksa diri untuk melakukan pansus soal perbankan, dikhawatirkan dewan Aceh dinilai rakyat sudah gagal fokus. Sebab bicara soal perbankan sudah ada aturan atau regulasi tersendiri.

Soal pembinaan dan pengawasan bank sudah ada otoritasnya, semua bank itu  diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

"Jadi saya berharap dewan jangan sibuk yang bukan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) yang tidak terkait dengan kondisi masyarakat saat ini," tegas Rustam.

Namun apabila pihak DPRA meragukan soal aliran dana kredit pembiayaan pada sebuah bank atau pada BAS, maka bila ingin mengetahui secara detail, dewan dapat memanggil OJK atau BI.

Rustam juga megingatkan anggota dewan supaya lebih cerdas, untuk apa harus membuat pansus. Rencana pansus justru kontra produktif dengan situasi rakyat saat ini yang sedang resah.

"Anggota dewan harus benar-benar memahami makna pansus, apalagi soal pembiayaan dari Bank Aceh Syariah kepada pengusaha justru lancar - lancar saja," kata Rustam Effendi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...