Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

MoU Helsinki Jadi Pembahasan Utama

Besok, Partai Aceh Gelar Raker di Aceh Tengah

SAMSUDDINKetua DPA PA H Muzakkir Manaf melakukan foto bersama
A A A

BENER MERIAH - Partai Aceh (PA) besok akan menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kabupaten Aceh Tengah. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam Raker tersebut adalah terkait MoU Helsinki.

Hal itu disampaikan, Ketua Umum DPA Partai Aceh, H Muzakir Manaf yang didampingi Anggota DPRK Bener Meriah dari Partai Aceh, Yuzmuha dan kepada wartawan di salah satu cafe di Kabupaten Bener Meriah. Sabtu (27/3/2021).

Mualem panggilan akrab Muzakir Manaf menyebutkan, selain ajang silaturahmi juga komitmen tentang apa-apa yang diusahakan kawan-kawan didaerah.

Justru itu, dalam Raker yang digelar selama 3 hari yakni sejak 28 hingga 30 Maret 2021 di Kota Takengon salah satunya membahas tentang MoU Helsinki dan keistimewaan Aceh.

"Agenda kita sebenarnya pengukuhan ketua Partai PA Kabupaten Aceh Tengah, dan Raker seluruh pengerus partai PA se-Aceh," kata Mualem.

Saat disingung terkait pelaksanaan Pilkada, Mualem menyampaikan harapannya Pilkada Aceh tetap dilaksanakan 2022.

"Kita berharap pemerintah Aceh selalu komit memperjuangkan pelaksanan Pilkada tahun 2022 mendatang,"harapnya.

Terkait implementasi MoU Helsinki, ia selalu mengupayakan semaksimal mungkin baik disini maupun DPRA supaya apa yang tercantum dalam MoU itu dirampungkan sesuai komitmen kita di Aceh.

"Kita menilai Pemerintah Pusat seperti tidak ikhlas apa yang telah dicapai di Helsinki,"sebut Mualem.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...