Ketua Komisi VI DPR Aceh, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag menjadi narasumber peHTem edisi Senin 9 Agustus 2021 episode 63 dengan tema: Biaya Pendidikan Dayah MUQ Pagar Air Selangit, Kucuran Dana Dayah Aceh Kemana? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Berawal dari Pengakuan Sang Sopir Nia-Ardi Bakrie Terungkap Nyabu

Pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menjadi Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu.
A A A

Jakarta - Aktris Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie mesti berhadapan dengan hukum setelah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Kasus yang menjerat keduanya ini bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang berinisial ZN, sopir dari Nia dan Ardi.

Penangkapan ini terjadi di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (7/7) sekitar pukul 15.00 WIB.

Polisi lantas menggeledah ZN dan ditemukan barang bukti berupa satu klip narkoba jenis sabu dengan berat bruto 0,78 gram.

Kepada polisi, ZN mengaku bahwa barang haram itu adalah milik Nia yang merupakan atasannya. Berbekal informasi ini, polisi lantas menangkap aktris tersebut.

Kepolisian juga turut menggeledah kediaman Nia hingga ditemukan satu buah bong atau alat isap sabu.

"Kemudian dilakukan pendalaman dan mengakui bahwa juga suaminya, saudara AAB (Ardi Bakrie) juga mengisap bersama. Menggunakan sabu ini bersama-sama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers.

Namun, pada saat polisi menangkap Nia, Ardi tidak ada di lokasi. Alhasil, Nia dan ZN lebih dulu digiring ke Polres Metro Jakarta Pusat. Lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, Ardi menyerahkan diri. Dari hasil pemeriksaan tes urine, ketiganya dinyatakan positif amfetamin atau sabu.

Yusri mengungkapkan, berdasarkan pengakuan awal, Nia telah mengonsumsi sabu sejak 4 hingga 5 bulan lalu. Satu klip sabu itu, diketahui dibeli dengan harga Rp1,5 juta.

"(Alasan) dia menggunakan, apalagi mereka suami istri. Tekanan pekerjaan, kemudian juga dengan tekanan kerja yang banyak, itu alasan-alasan klasik," tutur Yusri.

Saat ini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.[]

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...