Aktivis Perempuan, Yulindawati kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 9 Februari 2023 episode ke 50 Tahun ke 3 dengan tema: Pedagang Kaki Lima Tertindas, Benarkah LKMS Mahirah Muamalah Melakukan Praktek Lintah Darat di Nanggroe Syariah? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Hasil PORA XIV

Bener Meriah Peringkat Ke 22, Darwinsyah Ini Salah Saya

SamsuddinSekda Bener Meriah dan Ketua KONI Bener Meriah poto bersama dua atlet taekwondo dan pelatih Taekwondo Bener Meriah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sebanyak 1979 medali diperebutkan pada event Pekan Olahraga Aceh (PORA ) XIV Pidie tahun 2022 yang terdiri dari 591 medali emas, 591 perak, dan 797 medali perunggu dari 36 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan .

Sang tuan rumah Pidie sukses menjadi juara umum setelah mampu mengoleksi 291 medali, dengan rincian 122 medali emas, 76 perak, dan 93 medali perunggu. Di posisi kedua diduduki Kontingen PORA Banda Aceh dengan meraih 246 medali terdiri dari 103 medali emas, 70 perak, dan 73 perunggu.

Sementara di posisi ketiga ditempati Kabupaten Aceh Besar yang mengumpulkan 258 medali, diantaranya, 97 medali emas, 91 medali perak, dan 70 perunggu, di posisi keempat ditempati Kabupaten Aceh Tengah dengan raihan 125 medali, 40 medali emas, 42 perak, dan 43 medali perunggu.

Posisi ke lima Kota Langsa meriah 120 medali, Bireuen 116 medali, Aceh Timur 101 medali,  Lhokseumawe 100 medali, Aceh Jaya73 medali, Gayo Lues 50 medali, Aceh Tamiang 59 medali, Aceh Barat 44 medali, Sabang 80 medali, Aceh Barat Daya 40 medali, Pidie Jaya 38 medali, Aceh Utara 38 medali, Subulussalam 50 medali.

Aceh Tenggara 25 medali, Simeulue 23 medali, Aceh Singkil 27 medali, Aceh Selatan 35 medali, Bener Meriah 24 medali, dan posisi terakhir ditempati Kabupaten Nagan Raya dengan meraih 16 medali.

Perhelatan olahraga empat tahunan Aceh itu secara resmi telah ditutup oleh Sekda Aceh, Bustami Hamzah pada Kamis 22 Desember 2022 yang lalu.

Ribuan pejuang pemburu medali mewakili Kabupaten masing-masing telah mengerahkan segala kemampuan untuk meraih medali pada event paling bergengsi di Provinsi Aceh itu.

Guna untuk meraih hasil yang maksimal pada ajang PORA 2022 itu, sebagian daerah telah mempersiapkan atletnya pasca lolos pada Pra PORA tahun 2021 yang lalu dengan mengikuti TC, Dan juga mengikuti sejumlah turnamen.

Kabupaten Bener Meriah sendiri mampu meloloskan 18 cabor dari 28 cabor binaan KONI Bener Meriah untuk mengikuti PORA ke XIV di Kabupaten Pidie. Dari 28 cabor tersebut ada juga yang tidak mengikuti Pra PORA tahun 2021 yang lalu  karena keterbatasan anggaran seperti yang dialami oleh Cabor Bulu Tangkis sehingga secara otomatis tidak bisa tampil pada PORA.

Ada juga  cabor gagal meraih tiket PORA karena gagal di prakualifikasi  PORA, seperti cabor Sepak Bola, Bola Voli Indoor, dan Futsal.  Sebab, hanya ada 7 tiket dari 22 Kabupaten untuk bisa melaju ke PORA.

Kabupaten Bener Meriah bertengger di posisi ke 22 dari 23 Kabupaten/Kota dengan meraih 3 medali emas, 8 perak, dan 13 medali perunggu. Atas hasil yang diperoleh itu, di media sosial (medsos ) banyak kritikan dan saran dari netizen terhadap dunia olahraga di Kabupaten penghasil Kopi Arabika Gayo itu.

Pasalnya, mereka menilai tidak adanya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi salah satu faktor merosotnya prestasi olahraga di Kabupaten berhawa dingin itu, selain faktor minimnya anggaran.

Atas hasil yang diterima Kabupaten Bener Meriah pada PORA 2022, tak jarang juga beberapa netizen membully, menyalahkan KONI, Pemerintah, dan juga pengurus cabor.

Ketua KONI Bener Meriah, Darwinsyah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah atas  prestasi yang diraih Kontingen Bener Meriah pada PORA ke XIV Pidie.

“Kegagalan meraih prestasi yang maksimal  pada PORA tahun ini, saya akui ini kesalahan saya, bukan kesalahan atlet. Selaku ketua KONI Bener Meriah belum berhasil mempersembahkan yang terbaik. Untuk itu meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah,”kata Darwinsyah kepada acehimage.com, Selasa, 27 Desember 2022 di Kantor KONI setempat.

Menurutnya, para atlet sudah berjuang mengeluarkan segala kemampuan untuk meraih prestasi. Namun kita harus mengakui Kabupaten lain lebih maksimal mendulang medali.

Ia mengaku minimnya anggaran menjadi salah satu faktor, sebab, pasca pra PORA 2021 yang lalu kita tidak memiliki anggaran dalam pembinaan atlet untuk mengikuti Training Center (TC) karena dalam mengasah dan meningkatkan kemampuan para atlet perlu mengikuti TC.

“Jauh sebelumnya kita telah mengajukan anggaran  persiapan TC untuk para atlet yang lolos mengikuti PORA, namun kala itu kurang mendapatkan respon dari Pimpinan sebelumnya, baru menjelang akan keberangkatan PORA yang lalu anggaran TC itu cair sehingga para atlet hanya melakukan TC dengan keterbatasan waktu” ungkap Darwin.

Padahal, untuk memaksimalkan kemampuan para atlet seharusnya mereka sudah mengikuti pemusatan pelatihan 4-6 bulan sebelum PORA ini berlangsung, akan tetapi karena anggaran belum tersedia para atlet melakukan TC jelang-jelang keberangkatan PORA.

Justru itu, dalam meningkatkan prestasi olahraga kedepannya, kita harus melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik itu terkait anggaran, pembinaan dan hal lainnya.

“Kami berharap untuk kedepannya, Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah dapat memaksimalkan anggaran untuk olahraga agar para atlet yang bertalenta dapat dibina sedini mungkin sebelum menghadapi event PORA yang akan datang,”pinta Darwin.

Darwin juga sepakat keberadaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Kabupaten Bener Meriah berdiri, yang menangani olahraga lebih fokus. “Selama ini, bidang olahraga bernaung di bawah dinas pariwisata, kedepan kita berharap sudah ada dispora atau minimal nomenklatur yang untuk olahraga sudah ada,”timpal Darwin.

Komentar

Loading...