Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Bener Meriah Miliki Perbub Penegakan Prokes

ISTIMEWAKasat Pol PP Bener Meriah, Ir Mahmuddin
A A A

BENER MERIAH – Dalam rangka peningkatan disiplin dan pencegahan hukum protokol kesehatan (Prokes) untuk pencehagan dan pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah setempat menerbitkan Peraturan Bupati nomor 21 tahun 2020.

Perbub itu diterbitkan sebagai sebagai dasar, pedoman, dan rujukan dalam pengenaan sanksi admistratib terhadap pelangar tertib kesehatan dalam rangka percepatan penanganan dan pemulihan dari pendemi Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah.

Adapun jenis sanksi pelangaran admistratif meliputi, teguran lisan, teguran tertulis, jaminan kartu indetitas, kerja sosial, pengumuman secara terbuka, denda admistartib, penghentian sementara kegiatan, pembekuan izin usaha atau rekomundasi pembekuan izin usaha, pencabutan sementara izin usaha atau rekomundasi izin usaha atau rekomundasi pencabutan izin usaha.

Kemudian, untuk penerapan sanksi admistrasi terbagi dalam tiga tahap yakni, sanksi ringan (teguran lisan, teguran tulisan) sanksi sedang (jaminan kartu indetitas, kerja sosial dan penggumuman secara terbuka) sedangkan sanksi berat (denda admistrastif, penghentian sementara kegiatan, penghentian tatap muka, pembekuan izin usaha atau rekomundasi pencabutan izin dan lainya).

Sementara juga ada sanksi pelanggaran protokol kesehatan yakni setiap orang yang tidak mengenakan masker dan atau tidak menjaga jarak diruang publik akan dikenakan sanksi admistrasi sanki ringan, sanksi berat yang termasuk sanksi admistrasi kewajiban membayar denda Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Kasat Pol PP Bener Meriah, Ir Mahmuddin saat dikonfirmasi media ini via seluler (HP), Rabu (16/9/2020) menyampaikan, pihaknya baru mendapatkan perbub nomor 21 tahun 2020 tadi didalam groub WA. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penerapan sanksi denda itu.

“Saat ini kita sudah melakukan operasi yustisi prokes dan tadi kita masih menerapkan sanksi sosial seperti menyuruh pelangar prokes menyanyikan lagu Indonesia raya, dan besok kita masih menyelagarakan operasi tetapi mungkin sanksi kalau laki-laki kita suruh azan atau lainnya namun untuk sanksi denda kita masih membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat,"ungkap Mahmuddin.

Kasat Pol PP Bener Meriah menghimbau, agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tanggan, dan menjaga jarak hal itu guna untuk menghindari penyebaran wabah virus Covid-19.

“Hendaknya memakai masker saat di pasar, kantor dan tempat public lainya serta menjaga jarak dan mencuci tanggan setiap selesai beraktivitas,"pinta Mahmuddin.

Disebutkannya, pihaknya bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Kesehatan akan melaksanakan operasi yustisi untuk memberikan kesadaran masyarakat atas pentinya menjaga protokol kesehatan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...