Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Kabar Gembira dalam Waktu Dekat

Bener Meriah dapat Menerbitkan Pelayanan SKA

IstPj Bupati Bener Meriah didampingi sejumlah Kepala SKPK menemui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga di Kantor Kementerian Perdangan RI, Jakarta
A A A

ACEHIMAGE.COM – Kopi adalah salah satu komoditi andalan masyarakat Dataran Tinggi Gayo (DTG), tak terkecuali Bener Meriah. Dan mayoritas masyarakat Bener Meriah adalah petani kopi.

Bagi masyarakat Bener Meriah, kopi adalah merupakan sendi perekonomian, sebab, anak-anak yang menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi dibiayai dari kopi yang menjadi sumber perekonomian orang tua mereka.

Namun, Kabupaten Bener Meriah yang sudah berusia 17 tahun lebih belum memiliki Surat Keterangan Asal (SKA) atau biasa disebut Certificate of Origin (COO) yang merupakan sertifikat barang asal, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang/komoditi yang diekspor adalah berasal dari daerah/ negara pengekspor.

Mengingat Kabupaten Bener Meriah adalah salah satu daerah terbesar pengekspor kopi, tentu SKA tersebut penting untuk dimiliki daerah berhawa sejuk itu.

Guna untuk mendapatkan SKA dari Kementerian Perdagangan, Penjabat (Pj) Bupati Bener Meriah, Drs Haili Yoga M Si didampingi Kepala Dinas Perdagangan Bener Meriah, Abdul Kadir, Kepala Dinas Kesehatan, Abdul Muis,  Kepala Dinas PUPR, Erwin, Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Gani mendatangi kantor Pusat Kementerian Perdagangan RI di Jakarta. Rabu, 27 Juli 2022.

Pj Bupati Bener Meriah dalam kesempatan itu mengusulkan agar Kabupaten Bener Meriah dapat diberikan izin oleh Kementerian Perdagangan mengantongi Surat Keterangan Asal (SKA) Komoditi Kopi.

Alasan diusulkan penerbitan SKA atau COO tersebut adalah, untuk memudahkan para eksportir di Kabupaten Bener Meriah untuk mengurus dokumen SKA dari barang niaganya. Sehingga proses pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan secepat mungkin dan tidak harus keluar daerah.

“Tentu dengan ada izin dari Kementerian Perdagangan, tentu sangat memberikan nilai positif terhadap eksportir sebab dalam mengurus dokumen mereka tidak lagi harus keluar daerah seperti belakangan ini,”kata Haili Yoga.

Haili Yoga juga menyebutkan, secara fakta di lapangan, Bener meriah sebagai penghasil kopi terbesar di Aceh, otomatis memiliki pelaku usaha ekspor kopi terbanyak. Sehingga kita beranggapan bahwa Bener Meriah layak mendapatkan kewenangan itu.

Faktor lainnya, lanjut Haili Yoga, SKA juga dapat menjadi dokumen yang menjaga kemurnian Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah.

Menanggapi usulan Pj Bupati Bener Meriah, Plt Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Very Anggriono mengatakan “Ikan sepat, ikan gabus, lebih cepat lebih bagus” artinya mereka memberikan sinyal positif untuk penerbitan SKA.

Dan itu merupakan kepercayaan terhadap Bener Meriah yang dalam waktu dekat bisa menerbitkan pelayanan SKA.

Komentar

Loading...