Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Bencana Erosi DAS Makin Parah, Rusak Kebun Kopi Warga dan Puluhan Rumah Terancam Ambruk

SamsuddinDAS yang mengerus kebun kopi warga
A A A

BENER MERIAH – Bencana erosi Daerah Aliran Sungai (DAS ) Peusangan, telah mengurus sedikitnya ¼ hektare kebun kopi warga Kampung Rembele, dusun Tenge Besi, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Hal tersebut diakibatkan intensitas hujan yang meningkat seminggu terakhir yang mengguyur Kabupaten penghasil kopi arabika Gayo itu.

Bahkan,  erosi DAS yang diperkirakan mencapai 5 kilometer sepanjang Kampung Jamur Ujung, dan Rembele tersebut telah membuat resah warga setempat. Betapa tidak, selain dikhawatirkan kehilangan kebun, sebagai warga terancam kehilangan rumah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, 21 rumah warga Kampung  Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam terancam ambruk, dan 6 rumah diantaranya bagian pondasi dapurnya sudah tergerus aliran sungai.

Sementara untuk kebun kopi warga, dusun Tenge Besi, terlihat sebagai kopinya juga hanyut dibawa arus sungai yang deras.

Jika erosi terus terjadi, kebun kopi warga yang sedang musim panen itu akan terancam habis tergerus derasnya aliran sungai itu.

Selain kebun dan rumah warga, jalan Nasional lintas Bireuen-Takengon di dua titik di kawasan itu juga terancam tergerus erosi sungai itu.

Kalak BPBD Bener Meriah, Safriadi saat dikonfirmasi acehimage.com, Selasa, 9 November 2021 menyebutkan, kerusakan kebun kopi warga Tenge Besi itu tergerus oleh erosi DAS Peusangan akibat meningkatnya intensitas hujan.

“Dari data yang kita input, kerusakan kebun kopi sepanjang sungai tersebut diperkirakan sepanjang ¼ hektare, dan jika ini tidak segera ditangani kerusakan dapat bertambah,”kata Safriadi.

 Ia menambahkan, melihat kondisi saat ini, bukan hanya kebun warga yang dikhawatirkan ludes akibat erosi sungai, namun jalan Nasional Bireuen-Takengon tepatnya di Kampung Rembele bisa terancam amblas.ungkapnya

“Jalan nasional yang terancam amblas itu ada di dua titik, titik pertama lebih kurang 1,5 meter dimana sungai tersebut sudah mendekati jalan. Sedangkan titik kedua diperkirakan 3  meter lagi,”ungkap Safriadi

 Menurut Safriadi, kondisi tersebut sangat rawan dan perlu dilakukan segera normalisasi DAS tersebut supaya tidak semakin terjadi erosi yang lebih parah lagi.

"Kalau jalan nasional ini putus tergerus erosi, maka jalan alternatif hanya ada dari Simpang Pante Raya-Teritit dan sebaliknya," tambahnya

Safriadi juga mengatakan, sepanjang tahun 2021 telah terjadi 122 bencana, mulai dari tanah longsor, kebakaran, air meluap, sungai erosi, jembatan yang putus dan bencana lainnya.

Untuk itu, kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana yang sewaktu-waktu terjadi. Pintanya []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...