Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Setelah Dipasok dari Pulau Jawa

Belum Sempat Ditanam, Banyak Bibit Durian Bantuan Mati

IstimewaGambar Yang Diperoleh Media Penyaluran Bantuan Bibit Durian yang diserahkan kepada kelompok di Gampong Dayah Kecamatan Simpang Keuramat Aceh Utara.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Bantuan bibit durian untuk petani di Kecamatan simpang keuramat Kabupaten Aceh Utara diduga banyak mati sebelum ditanam. Pasalnya selain bibit durian kecil, sebagian bibit daun sudah kering dan rontok.

Informasi yang diperoleh dari sumber media ini, bibit bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok petani di salah satu desa di kecamatan simpang keuramat, selain ukuran bibit kecil, bahkan bibit durian tersebut sudah mati dan daun kering.

Dimana, bibit durian bantuan dana APBN itu selain ukurannya kecil, bibitnya banyak yang mati, bahkan daun bibit pohon itu tinggal batang, daunya sudah rontok. Saya duga itu harga bibit bantuan sekitar 25 ribu per batang.

Menurut sumber media ini, bantuan bibit durian untuk pengadaan standarnya di RAB itu sampai 300 ribu, itupun kalo sumber APBD, apalagi sumber APBN. Pastinya gak beda jauh.

"Setau saya itu harga sampai 300 ribu, tapi kondisi bibit yang dikasih harganya, seperti harga 25 ribu per batang, bibit durian itu mati, karena bibitnya masih ukuran kecil." kata sumber media ini saat menyampaikan informasi kepada media ini yang meminta jadi dirinya tidak disebutkan.

Sisa Bibit Bantuan Durian di Lokasi Kelompok Penerima Setelah dibagikan Kepada anggota.

Dari penelusuran media, kamis 20 Oktober 2022,  ke lokasi tempat ketua kelompok penerima bantuan tersebut, ternyata bibit durian bantuan sudah disalurkan kepada petani, namun dilokasi hanya tersisa beberapa batang yang tinggal.

Hanya tinggal beberapa Bibit durian ukuran kecil tak ada daun lagi. bibit durian sisa jatah ketua kelompok, sedangkan sebagian lainya ada yang dibuang disekitar lokasi karena batang bibit sudah kering.

Namun media ini tidak bertemu dengan ketua kelompok penerima bantuan bibit tersebut karena sedang tidak ada di tempat lokasi.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara Erwandi mengatakan, setau dirinya bantuan bibit durian dari dinas tidak ada, namun untuk lebih jelas Erwandi meminta media untuk menghubungi Kabid Holtikultural.

"Setau saya tidak ada bantuan bibit durian dari dinas, kalo dari sumber APBD dan APBA, tapi coba tanyakan dulu sama kabid Holtikultural." kata Erwandi.

Kabid Holtikultural Dedi Mahadi menjelaskan, bantuan bibit durian tersebut dari sumber APBN, yaitu pokir anggota DPR RI T.A Khalid. Terkait bibit bantuan tersebut banyak yang mati. Dirinya mengaku karena perjalanan penyaluran selama lima hari dalam perjalanan.

"Bantuan itu satu paket perrjalanan selama lima hari lima malam, bibit itu langsung dari jakarta. Untuk Aceh Utara yang mendapat bantuan lhoksukon dan simpang keuramat. Saya juga melihat bibit itu, daunnya sudah rontok, itu mungkin penyebab karena Pres (tertekan) dalam perjalanan." jelas Dedi.

Saat disinggung ukuran bantuan bibit kecil, dedi mengaku dirinya tidak menerima spek, baik ukuran tinggi bibit dan berapa harga per bibit. Dirinya mengaku selaku tim teknik di kabupaten sebagai pendamping penyerahan bantuan kepada penerima.

Ditanyakan layak tanam bibit tersebut, Sedi mengaku bibit tersebut tidak untuk langsung ditanam, tetapi bibit itu harus dirawat dulu agar fres setelah perjalanan.
Apabila nanti tidak ada permasalah dalam prakaran, maka nanti bibit itu dipindah ketempat ternaungi dan disiram daunya akan tumbuh kembali.

"Karena pada tahun sebelumnya kita terima dari beberapa tempat lainya, kita lakukan seperti itu. Mudah-mudahan berhasil," ngaku Dedi.

Saat ditanyakan rekanan pelaksana, dedi tidak kenal, karena bantuan tersebut langsung dari jakarta.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...