Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Belum Difungsikan, Proyek Rumah Singgah Rp900 Juta di Lhokseumawe Sudah Rusak

Foto: Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Tempat Penampungan Anak Terlantar Tahun Anggaran 2017 Rp 900 Juta di Gampong Cot Girek Kandang Sudah Patah.
A A A

LHOKSEUMAWE - Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Tempat Penampungan Anak Terlantar Tahun Anggaran 2017 Rp 900 Juta di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe belum difungsikan sudah rusak.

Proyek rumah singgah di bawah nawungan satuan kerja Dinas Sosial Aceh ini dikerjakan oleh CV Indah April Abadi yang beralamat di jalan Pase Lorong Rawa Sakti No 122 Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti kuat dugaan dikerjakan asal jadi.

Foto: Paket Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Tempat Penampungan Anak Terlantar di Halaman Web LPSE.

Pasalnya, pasca dibangun rumah singgah tersebut belum pernah difungsikan, namun dinding bangunan sudah patah dan sebagian lainnya retak, hingga mengakibatkan kondisi bangunan tidak layak dapat difungsikankan lagi. Ironisnya, bangunan tersebut patah dibagian tiang dengan dinding bangunan diperkirakan lebar sangat besar, lebih kurang 10 CM hingga menembus pandang dari luar ke dalam.

Tak hanya itu, selain belum difungsikan dan patah pasca dibangun. Bangunan rumah penampungan untuk anak terlantar dengan kondisi belum di cat itu, bahkan terlihat pada plafon atap luar bangunan juga sudah roboh dan berbolong. Bahkan disamping bangunan juga sudah dikelilingi hutan dan semak rumput. Bahkan menurut informasi proyek tersebut belum dilakukan serah terima oleh pihak Dinsos Aceh kepada Pihak Kota.

Bangunan yang telah menyedot anggaran negara ratusan juta pada tahun 2017 ini selain terbengkalai pasca dibangun diduga tidak sesuai spesifikasi dan Rencana Anggaran dan Belanja, karena sarana dan prasarana belum ada yang menempati di gedung tersebut sudah mulau rusak alias patah.

Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Ridwan Jalil mengatakan, menurutnya bangunan tersebut dibangun tahun anggaran 2017 dan 2018. Namun ia tidak tau secara pasti, karena saat itu belum menjabat sebagai kepala dinas.

"Saya tidak tau kalo bangunan itu sudah patah, kerena belum pernah saya datang ke lokasi bangunan itu. Tapi dulu ada orang yang minta pinjam gedung itu, tapi tidak saya sikapi." ujarnya, Rabu 08 Desember 202.

Ridwan menyebutkan, setau dirinya bangunan itu dibangun untuk rumah singgah, tapi secara pasti, ridwan tidak tau, karena ia belum pernah ke lokasi.

" Saat saya baru jabat disitu, ada yang minta pinjam pakai sama saya, kalo tidak salah pihak desa, tapi saat itu tidak saya sikapi karena saya pun belum datang ketempat bangunan itu." tutup Ridwan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...