Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Belasan Jurnalis Ikut Pelatihan Jurnalistik GFW

Dok HAkA.
A A A

BENER MERIAH – Sebanyak 15 jurnalis dari berbagai media baik cetek, elektronik, dan online mengikuti pelatihan jurnalitik mengunakan aplikasi Global Forest Watch (GFW) yang diselengarakan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bekerjasama dengan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh.

Pelatihan yang diselengarakan di Homstay Mahara, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah itu mengusung tema “ Meningkatakan pengetahuan dan keahlian jurnalis dalam pemantauan kasus ilegal kehutanan".

“Pelatihan ini merupakan permintaan dari peserta FJL Aceh diwilayah tengah saat pelatihan serupa di Ayani Hotel beberapa waktu lalu,"kata Iwan Bahagia mengawali pembukaan pelatihan jurnalistik GFW, Selasa (23/3/2021).

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, sebab mayoritas hutan di Aceh berada diwilayah tengah sehingga diperlukan pengetahuan para jurnalis ats pengunaan tools (alat) atau aplikasi tertentu guna mengetahui kegiatan ilegal kehutanan.

FJL berharap, melalui pelatihan ini, dapat memberikan peluang kepada jurnalis diwilayah tengah untuk memantau kejahatan lingkungan terutama kerusakan hutan.

Sementara itu, Asisten GIS Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Muhammad Fadhil Ayyasy menyebutkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teman-teman jurnalis dalam hal monitoring hutan. Supaya bisa ikut serta membantu upaya melindungi hutan dari segala bentuk praktik illegal kehutanan.

“Target untuk memberikan informasi kepada jurnalis bahwa ada cara untuk memperoleh data dan informasi detail terkait kehilangan tutupan pohon untuk liputan, terutama Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang menjadi paru-paru dunia,"katanya.

Kepada para peserta, Padhil mengajarkan tentang data GLAD yaitu data kehilangan tutupan pohon dengan tinggi pohon 5 meter dengan konopi ( kerindangan ) mencapai 60 persen dengan minimal luasan pohon yang hilang minimal 15 X 30 meter akan terdeteksi sebagai peringatan GLAD.

Dari pantau media ini, para peserta perwakilan beberapa Kabupaten diantaranya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...