Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Belasan Jurnalis Ikut Pelatihan Jurnalistik GFW

Dok HAkA.
A A A

BENER MERIAH – Sebanyak 15 jurnalis dari berbagai media baik cetek, elektronik, dan online mengikuti pelatihan jurnalitik mengunakan aplikasi Global Forest Watch (GFW) yang diselengarakan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bekerjasama dengan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh.

Pelatihan yang diselengarakan di Homstay Mahara, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah itu mengusung tema “ Meningkatakan pengetahuan dan keahlian jurnalis dalam pemantauan kasus ilegal kehutanan".

“Pelatihan ini merupakan permintaan dari peserta FJL Aceh diwilayah tengah saat pelatihan serupa di Ayani Hotel beberapa waktu lalu,"kata Iwan Bahagia mengawali pembukaan pelatihan jurnalistik GFW, Selasa (23/3/2021).

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, sebab mayoritas hutan di Aceh berada diwilayah tengah sehingga diperlukan pengetahuan para jurnalis ats pengunaan tools (alat) atau aplikasi tertentu guna mengetahui kegiatan ilegal kehutanan.

FJL berharap, melalui pelatihan ini, dapat memberikan peluang kepada jurnalis diwilayah tengah untuk memantau kejahatan lingkungan terutama kerusakan hutan.

Sementara itu, Asisten GIS Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Muhammad Fadhil Ayyasy menyebutkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teman-teman jurnalis dalam hal monitoring hutan. Supaya bisa ikut serta membantu upaya melindungi hutan dari segala bentuk praktik illegal kehutanan.

“Target untuk memberikan informasi kepada jurnalis bahwa ada cara untuk memperoleh data dan informasi detail terkait kehilangan tutupan pohon untuk liputan, terutama Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang menjadi paru-paru dunia,"katanya.

Kepada para peserta, Padhil mengajarkan tentang data GLAD yaitu data kehilangan tutupan pohon dengan tinggi pohon 5 meter dengan konopi ( kerindangan ) mencapai 60 persen dengan minimal luasan pohon yang hilang minimal 15 X 30 meter akan terdeteksi sebagai peringatan GLAD.

Dari pantau media ini, para peserta perwakilan beberapa Kabupaten diantaranya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...