Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Belasan Hektar Hutan Pinus di Kabupaten Bener Meriah  Kembali Terbakar

Personel TNI terliha sedang beruapaya memadamkan api yang membakar hutan pinus
A A A

BENER MERIAH – Lagi-lagi peristiwa bekabakaran hutan dan lahan (Karhutla ) kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, bahkan  dalam kurun waktu bulan Agustus 2021 ini, diperkirakan empat puluhan hektar hutan dan lahan telah terbakar yang terjadi di beberapa lokasi.

Untuk hari ini saja, Kurhutla terjadi didua lokasi terpisah yang membakar hutan pinus yakni Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, dan Samarena Kecematan Bukit. Sabtu, 7 Agustus 2021

Mengetahui peritiwa karhutla itu, personel Kodim 0119 Bener Meriah melalui Koramil jajaran segera menuju lokasi kebakaran guna memadamkan api agar tidak menyebar lebih luas.

Komandan Kodim 0119/BM Letkol Inf Valyan Tatyunis, melalui Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kapten Inf Usep Haerudin, menyayangkan masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan  di dataran tinggi Gayo Kabupaten Bener Meriah.

“Hari ini aja karhutla terjadi di dua lokasi terpisah yakni di Desa Mangku Kecamatan Bandar yang membakar hutan pinus  seluas 12 hektar lebih, sementara dikawasan Samarena 1 hektar hutan pinus terbakar.”kata Usep Haerudin

Ia menduga, kebakaran tersebut disengaja oleh oknum masyarakat yang tidak bertangung jawab. "Kuat dugaan kita, kebakaran itu disengaja  oleh masyarakat yang ingin membuka lahan kebun," ujar Usep

Menurutnya, pihaknya kesulitan memdamkan api yang membakar hutan pinus itu, sebab selain musim kemarau angina berhenbus cukup kencang sehingga api yang menyala cepat membesar dan menyambar.

Selain faktor tersebut, kendala lainya yang dihadapi, lokasi karhutla itu jauh dan berada didaerag pegunungan bertebing, sehingga petugas kesulitan memadamkan api yang menyala.

“Namun, berkat kerja keras petugas yang berjibaku selama lima jam memadamkan api dengan bermodalkan ranting pohon kebakran itu dapat diatasi.”ungkap Usep

Sebagai efek jera, pihaknya mendukung pihak kepolisian untuk mengusut kebakaran lahan yang diduga disengaja oleh oknum masyarakat nakal.

Sebab dikatakan Pasi Ops itu, jika terus menerus karhutla ini terjadi dan dibiarkan akan berdampak bagi ekosistem flora dan fauna yang hidup dan tumbuh di hutan.

Selain itu, berpengaruh kepada kesehatan juga lingkungan penyebab bencana seperti longsor dan banjir karena pohon tidak dapat menyerap air ketika hujan turun. Jelasnya

Usep juga mengajak seluruh masyarakat peduli lingkungan dan menyelamatkan hutan dari kebakaram.

“Ayo kita selamatkan hutan kita, jangan lagi membuka lahan kebun dengan cara di bakar, selain berdampak bagi lingkungan juga akan di tuntut dengan undang undang hukum negara yang berlaku. Tandasnya []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...