Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah sasaran militer di Jalur Gaza pada Jumat (16/4) sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejumlah jet tempur dan helikopter serang "menghantam lokasi pembuatan senjata, terowongan penyelundupan senjata, dan pos militer Hamas." "Kami tidak akan membiarkan setiap ancaman terhadap warga sipil Israel," demikian pernyataan IDF seperti dikutip AFP.

Belajar dari Kejadian Masa Lalu

ISTIMEWAAndri Wahyudi
A A A

Oleh: Andri Wahyudi

Belajar adalah proses yang bersifat individu, dimana perubahan terjadi secara stimulus ke dalam sejumlah informasi sehingga menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang dan mempengaruhi perilaku individu tertentu.

Secara umum, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku seseorang sebagai hasil dari pengalaman atau praktek yang diperkuat.

Misalnya, ketika kita mengalami suatu peristiwa yang membuat kita kurang puas akan hasil yang kita dapat, kita dapat merubah dan memperbaiki apa yang kurang dari sebelumnya, sehingga kita tidak akan mengulangi kesalahan dan kekurangan yang sama.

Masa lalu tidak selalu berbicara hal buruk yang menimpa akan tetapi masa lalu merupakan sebuah guru untuk kita dapat belajar untuk memperbaiki diri dan bisa juga menjadi pengalaman pembelajaran untuk membuat hidup kita lebih baik lagi dari sebelumnya, karena pengalaman merupakan guru terbaik untuk kita.

Terkadang kita selalu menganggap bahwa masa lalu adalah sesuatu kejadian yang membuat kita sakit hati dan tidak puas, padahal tidak, dibalik itu. Masa lalu adalah segala sesuatu yang pernah terjadi, entah itu yang membuat diri kita senang maupun yang membuat kita sedih. Momen masa lalu juga sangat susah untuk dilupakan ketika kita terlalu bahagia maupun sedih pada saat kejadian itu dilalui.

Pembelajaran adalah proses interaksi antara individu terhadap lingkungannya yang menyebabkan terjadinya faktor perubahan perilaku seseorang ke arah yang lebih baik. Misalnya ketika kita mempunyai kebiasaan buruk seperti terbiasa berbicara kotor ketika dibuat kesal oleh teman, akan tetapi hal itu sedikit demi sedikit bisa dirubah apabila teman yang lainnya berusaha mengingatkannya agar tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Apabila terus-menerus diberi pengertian bahwa mengucapkan kata-kata kotor itu sesuatu yang tidak baik untuk didengar dan bagi orang lain memandangnya sebelah mata, maka secara perlahan dia akan mengurangi mengucapkan kata-kata kotornya. Dari pada berbicara yang enggak jelas mending memilih diam.

Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...