Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Menurut WHO

Ilustrasi - Hidup Sehat
A A A

Acehimage.com – Daya tahan tubuh yang kuat akan membantu menangkal berbagai infeksi dan penyakit berbahaya.

Meningkatkan daya tahan tubuh menjadi sangat penting, terutama di masa pandemi Covid-19 dengan varian virus yang mudah menular.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, World Health Organization (WHO) merekomendasikan diet gizi seimbang atau well balance diet.

Agar diet gizi seimbang bisa diterapkan secara optimal, dr. Arti Indira, Sp.GK, M.Gizi, mengatakan bahwa nutrisi dan hidrasi wajib dipenuhi.

“Juga yang penting adalah prinsip dari makanan ini mesti bervariasi dan less process, tentu saja kurangi garam, gula, dan lemak berlebihan,” ujar dr. Arti, sebagaimana diberitakan Kompas.com (20/7/2021).

Mengurangi garam, gula, dan lemak dari asupan sehari-hari memang bukan perkara yang mudah, jika tidak dibiasakan.

Untuk menurunkan jumlah asupan gula, garam, dan lemak setiap hari, mulailah dengan membatasi atau menghindari makanan dan minuman yang kaya akan tiga bahan tersebut.

Dilansir dari WebMD, makanan yang tinggi gula dan harus dibatasi atau dihindari adalah madu, agave, sirup jagung, susu, gula aren, dan gula tebu.

Menambahkan gula ke dalam makanan atau minuman akan memberikan kalori ekstra tanpa tambahan nutrisi baik.

Akibatnya, mengonsumsi makanan tinggi gula akan membuat berat badan naik, kadar gula darah meningkat, dan rentan masalah gigi serta mulut.

Di samping itu, makanan tinggi garam yang juga harus dibatasi atau dihindari adalah sup kalengan, ham, keju cottage, salad dressing, pizza, kaldu, dendeng, tortilla, dan acara.

Makanan kemasan atau makanan olahan juga harus dibatasi jika ingin mengurangi asupan garam. Pasalnya, makanan kemasan cenderung mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Perbanyak konsumsi makanan utuh dan segar sehingga nutrisi yang diperoleh tubuh untuk meningkatkan daya tahannya menjadi lebih optimal.

Lebih lanjut, dr. Arti menyarankan porsi masing-masing kelompok makanan dalam satu piring sehat.

“Jadi, setengah dari piringnya perbanyak sayuran, sedikit buah-buahan, setengah laginya bagi dua, seperempat untuk sumber karbohidrat dan seperempat lagi untuk sumber protein,” katanya.

dr. Arti menambahkan, WHO juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan mental. Daya tahan tubuh tidak akan optimal jika tidak dibarengi dengan mental yang sehat.

“Kalau dilihat di rekomendasi WHO ini ada juga phsyco social support, jadi WHO juga menyadari kalau sudah menerapkan diet gizi seimbang, tapi kalau kondisi mental tidak baik, maka sistem imun tidak akan optimal,” jelas dr. Arti.[]

Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...