Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

BBIH Sepeden Terbengkalai, Dinas Pertanian Diduga Lakukan Pembiaran

IMG-20210806-WA0006
A A A

BENER MERIAH -  Dibangun tahun 2008 Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) di bawah naungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah di Kampung Sepeden, Kecamatan Permata, disebut sengaja dibiarkan terbengkalai dan tidak terawat.

Hal ini disampaikan oleh Aktivis Muda Gayo Sadra Munawar kepada Media ini melalui rilisnya, Jumat, 6 Agustus 2021

Sadra sapaan akrab pemuda asal Samar Kilang ini mengatakan kunjungan pihaknya ke lokasi Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) di Kampung Sepeden pada Selasa (3/07/2021) mengungkap fakta bahwa Dinas Pertanian dan Pangan telah menelantarkan aset pertanian daerah yang seharusnya dapat digunakan menjadi tempat pembibitan tanaman hortikultura.

"Balai tersebut dibiarkan terbengkalai, kita melihat ada beberapa tempat yang memang sudah rusak, rumput tumbuh dimana-mana". Ungkapnya

Sadra menambahkanp mendapatkan informasi bahwa sejak dibangun pada tahun 2008 lalu Balai tersebut belum pernah difungsikan.

"Keberadaan BBIH ini seharusnya diharapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produk hortikultura baik segi hasil, maupun mutunya. Kita kecewa dinas pertanian malah membiarkan balai ini terlantar, berapa terus kerugian negara karena ini tidak difungsikan?". Tanyanya.

Sadra menjelaskan pihaknya juga mendapatkan informasi ada program kegiatan baik yang bersumber dari APBA dan APBK di anggarkan di Balai Benih Sepeden yang diduga di korupsi.

"Dari informasi yang kami himpun, ada beberapa program yang anggarannya bersumber dari APBA dan APBK di anggarkan untuk Balai Benih Sepeden bahkan ada informasi anggota DPRA menyalurkan pokirnya ke Balai Benih Sepeden. Namun faktanya hanya rumput yang ada disana" ungkapnya

"Oleh sebab itu, kami mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas hal ini". Tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah  Ir Nurisman saat dikonfirmasi menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah dianggarkan untuk BBIH tersebut.

"Kita setiap tahun sudah mengusulkan biaya perbaikan dan pengelolaan namun, hanya biaya listrik dan air yang diangarkan Pemda "kata Nurisman

Nurisman menerangkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama (MoU ) dengan penangkar benih ketang di Linung.

"Kita sudah menandatangi MoU dengan pak Dayat penangkar benih kentangk Linung untuk pengelolaan balai benih terhitung mulai September 2021." Ungkap Nurisman

Ia juga berharap BBIH itu diperbaiki, menambah lahan yang ada untuk swasubada benih kentang dan kita sudah memulai dengan kerjasama dengan salah seorang penangkar benih ketang.

"Kerjasama dilaksanakan  pada tahun 2022 dengan mengelola 10 benih yang dikelola oleh penangkar" sebut Nurisman

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...