Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

Gelar RDK

Bawaslu Bener Meriah Evaluasi Penegakan Hukum Pemilu

SAMSUDDINBadan pengawas pemilu (Bawaslu) Kupaten Bener Meriah menggelar Rapat Dalam Kantor (RDK)
A A A

BENER MERIAH - Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kupaten Bener Meriah menggelar Rapat Dalam Kantor (RDK), terkait evaluasi penegakan hukum Pemilu dan penanganan pelanggaran pemilu tahun 2019.

RDK tersebut dilaksanakan di ruang Media Center, seketariat Bawaslu Bener Meriah, yang turut diikuti Ketua LSM Cempeke Istitute, Ramung Insitute, Ketua Sapma PP Bener Meriah, Ketua LSM Jadi, Ketua Himabem, dan sejumlah wartawan, Rabu (2/12/2020).

BACA JUGA:TNI Respons soal Benny Wenda Bentuk Pemerintahan Papua

Sementara yang menjadi narasumber yaitu Kasi Pidum Kejari Bener Meriah, KBO Res Bener Meriah dan dua anggota Bawaslu Bener Meriah.

Surahman, anggota Bawaslu Bener Meriah yang membidangi devisi pengawasan, humas, dan hubungan antar lembaga, dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah pelanggaran dan penangan pada Pemilu 2019 lalu.

Selanjutnya, untuk mekanisme penangananya dipaparkan oleh Ramdona yang membidangi devisi hukum, penindakan, dan penyelesaian sengketa.

Konadi Adhani, Ketua Sapma PP Bener Meriah dalam kesempatan itu memberikan masukan agar kedelan pihak-pihak terkait memberikan perlindungan saksi guna untuk rasa kenyamanan.

Selain itu, konadi juga berhap agar lembaga tersebut melibatkan unsur-unsur seperti LSM, OKP dan lainnya untuk mengawasi pemilu.

Sementara itu, Waldan Yoga Direktur LSM Ramung Insitute menyebutkan masih banyak celah dan kelemahan Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan pemilu yang terjadi pada 2019 silam.

"Untuk itu, menjadi catatan untuk dievaluasi agar dalam pemilu yang akan datang lebih efesien bentuk pengawasanya,"harap Waldan.

Sedangkan Ketua LSM Jadi, Muktaruddin yang juga terdaftar sebagai lembaga pemantau pada pemilu 2019 menurutnya, pemilu yang digelar pada tahun 2019 adalah pemilu "gila" sebab dalam pelaksanaan bukan hanya memilih DPRK, DPRA tapi juga memilih DPD, DPR RI sekaligus.

"Akibatnya, dalam pemilu 2019 lalu banyak yang penyelengara yang meningal akibat kelelahan,"pungkas Muktaruddin.

Sedangka Suci SH, KBO Res Polres Bener Meriah dalam kesempatan itu menyebutkan pihaknya siap untuk mengawal proses pemilu, kendati demikian ia juga meminta Keikut sertaan lembaga lembaga masyarakat untuk mengawasi agar pesta demokrasi itu sesuai dengan harapan berasama.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...