Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Banyak Warga Tanah Jambo Aye Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

BULKHAINI.
A A A

ACEH UTARA - Rumah Tidak Layak Huni (RTH) masih banyak ditemukan dalam Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Seperti di Gampong Biram Cut dan Ulee Glee.

Ratusan warga yang tinggal dirumah tidak layak huni mengharapkan belah kasihan dari para pemimpin (Pemerintah) Aceh. Pasalnya sejauh ini pembangunan rumah layak huni belum terkaver dengan anggaran Dana Desa (DD).

Seperti halnya di Gampong Ulee Glee, menurut informasi yang di himpun oleh media ini terdapat sekitar 210 unit RTH, termasuk sebagian rumah terdiri dua Kepala Keluarga karena tidak mampu membangun rumah sendiri.

"Saya belum mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah, dikarena salah tertera status pekerjaan di Kartu Tanda Pengenal (KTP), di KTP ditulis sebagai Guru kebanyakan beranggapan bahwa saya seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) " Kata Munirwan Warga Gampong Ulee Glee, Sabtu (8/8/2020).

Padahal, jelas Munirwan kenyataannya dirinya hanyalah seorang tukang pengumpul barang bekas (ronsokan) yang penghasilannya tidaklah seberapa untuk menanggung beban hidup istri dan lima orang anak.

"Di KTP pekerjaan saya ditulis Guru, makanya saya tidak dapat bantuan apa-apa, padahal pekerjaan saya tukang beli barang bekas,"ungkap Munirwan.

Munirwan menyatakan, sebelumnya dia menjadi guru ngaji anak-anak, mungkin dengan itu dasar dituliskan pekerjaannya seorang guru. Dirinya berharap pemerintah agar dapat membantu rumah layak huni kepadanya.

Sementara Keuchik Ulee Glee Usman kepada wartawan mengakui masih banyak RTH di Gampongnya, sehingga tidak mampu terkaver semua oleh Dana Gampong.

"Saya mencoba melobi ke pemerintah, termasuk membuat kerja sama dengan Lembaga Acheh Future untuk mencari solusi permasalah rumah RTH di Gampong kami,"ungkap Keuchik Usman.

Keuchik Usman juga menyebutkan saking banyaknya RTH di Gampong Ulee Glee sehingga tidak terkaver dengan anggaran Dana Desa.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Keuchik Biram Cut Bukhari, dirinya berharap pemerintah Aceh maupun pemerintah Aceh Utara dapat membantu Rumah Layak Huni untuk warga yang kurang mampu.

Sementara itu Ketua Lembaga Acheh Future Razali Yusuf menyampaikan terkait masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni akan melakukan pendataan.

"Kita akan membantu mendata RTH yang ada di Gampong Biram Cut dan Ulee Glee, setelah itu kita mencoba membangun komunikasi dengan pihak TKP2K BAPPEDA Aceh dan Dinas Perkim Aceh, karena ini merupakan salah satu program pemerintah Aceh untuk menyerahkan data yang valid,"terang Razali Yusuf sapaan Cek Li.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...