Sebanyak 20 orang warga di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh reaktif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat yang dilakukan Tim Satgas Gugus Penanggulangan COVID-19 kabupaten setempat. "Dari lebih kurang 100 orang yang dilakukan rapid tes, saat ini yang positif rapid test di Nagan Raya sebanyak 20 orang," kata Koordinator Dokter Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Dr Edi Hidayat SPPD.

Kebanyakan Pasangan Muda

Banyak Istri Gugat Suami di Bener Meriah

shutterstockIlustrasi palu hakim
A A A

BENER MERIAH – Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong Kabupaten Bener Meriah menerima sebanyak 256 perkara yang telah masuk kelembaga tersebut. Jumlah itu terhitung dari bulan Januari hingga Juli 2020.

Dari 256 terdiri dari perkara gugatan sebanyak 200 perkara, perkara permohonan sebanyak 51, dan perkara jinayah sebanyak 5 perkara.

“Dari 256 perkara yang masuk lebih didominan perkara cerai gugat (istri mengugat suami) yang mencapai 117 perkara, sedangkan perkara cerai talak (Suami yang mengugat istri) sebanyak 71 perkara dan juga ada perkara isbat nikah, dan perkara harta bersama. Jadi untuk perkara gugatan mencapai 200 perkara hingga hari ini,"sebut Panitera Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong Sukna, Rabu (15/7/2020) di kantornya.

Ia menyampaikan, perkara cerai kebanyakan bagi pasangan yang masih produktif yakni pasangan yang masih anak satu, namun ada juga yang pernikahan kedua untuk orang-orang yang sudah berumur tetapi untuk perkara perceraiaan lebih banyak untuk pasangan yang muda.

Menurut Sukna, faktor penyebab terjadinya perceraiaan kebanyakan dilandasi faktor ekonomi, dan kurang siapnya pasangan karena usia pernikahan meraka masih tergolong muda atau dispensasi kawin.

Panitera Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong Sukna

“Selain faktor tadi, ada juga faktor orang ketiga namun hal itu tidak terlalu banyak kendati demikan perkara perceraiain adanya orang ketiga itu menjadi heboh,"sebut Sukna.

Ia berharap bagi instansi terkait maupun pihak Kampung agar melakukan sosialisai atau menggelar pra nikah dengan memberikan materi tentang pernikahan bagi pemuda-pemudi yang belum menikah.

Dengan adanya sosialisasi atau pra nikah membuat calon pengantin sudah mendapatkan pemahaman dalam berumah tangga. Hal itu guna untuk meminalisir perkara perceraiaan.

“Pernikahan itu harus mendapatkan dukungan baik secara materil maupun moril, selain itu lingkungan sekitar juga menjadi salah satu faktor,"terangnya.

Sebabnya, Panitera Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong melihat perkara perceraiaan kabanyakan masih depensasi kawin (pernikahan dini).

"Untuk itu perlu kiranya memberikan pemahaman bagi muda mudi sebab yang berumur saja belum tentu paham dengan makna pernikahan konon lagi bagi mereka yang emosinya masih labil,"tuturnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...