Enam unit rumah di Desa Titi Mas, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara ludes terbakar, Senin (1/3/2021). Satu diantaranya merupakan rumah pribadi wakil bupati Aceh Tenggara. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. "Dalam kejadian kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB siang, api baru dapat dipadamkan setelah empat unit mobil damkar dikerahkan kelokasi kebakaran," ungkap Asbi.

Bantuan Jaring Ikan Nelayan Rp1,4 M di Aceh Utara Diduga Bermasalah

SAID AQILDinas Perikanan dan Kelautan Aceh Utara
A A A

ACEH UTARA – Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah.

Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat,

Dimana bantuan yang diserahkan oleh orang nomor dua di Aceh Utara itu pada bulan juli tahun 2020 kepada nelayan secara simbolis ini menuai masalah, bahkan ada sebagian para nelayan penerima bantuan langsung menjual jaring bantuan tersebut. Selain itu Menurut informasi yang di terima media ini juga sempat berurusan dengan pihak berwajib di Aceh Utara.

Menurut sumber informasi yang diperoleh dari salah seorang penerima bantuan yang diminta tidak disebut jadi dirinya, setelah bantuan jaring diterima, hanya sekitar beberapa kali mereka pakai untuk menjaring, namun tidak bisa pakai lagi, karena koyak.

Menurut pengakuan nelayan tersebut, bantuan yang mereka terima berupa hanya, daun jaring, pelampung jaring dan timah pemberat jaring. Bantuan itu mereka ambil sama ketua kelompok.

Sementara Ketua Kelompok kakap Putih Seuneddon, M Hasan yang juga menjabat sebagai Panglima Laot Seneudon saat di hubungi lewat seluler mengatakan, bantuan tersebut sudah diserahkan untuk nelayan Seuneddon di bulan tujuh, pada saat itu langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf.

“Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Disebutkan, sepengetahuanya maupun kepada dirinya, penerima bantuan tidak ada yang mengeluh, karena saat mereka menerima bantuan tersebut menanda tangani perjanjian diatas materai Rp6 ribu.

Dikatakan ketua kelompok nelayan, soal ada nelayan yang mengatakan kalo masalah jaring tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Ia mengakui memang itu hanya untuk pemakaain jangka enam bulan.

“Memang itu pemakaain untuk enam bulan, setelah itu bisa saja rusak, karena dihantam ikan dan sebagainya. Karena ini sifatnya bantuan, kalo untuk selanjutnya nelayan harus mampu bangkit sendiri,”jelas Hasan.

Saat disinggung ada penerima bantuan yang menjual, hasan menyebutkan itu terserah, karena dirinya sudah menyampaikan secara berulang kali agar bantuan ini bisa dimanfaatkan.“Jadi kalo ada yang menjual, itu terserah mereka, intinya saya sudah berupaya menyampaikan agar tidak dijual,"ujarnya.

Kendatipun itu, diujung kalimat sambungan telepon, ketua kelompok mengakui hal ini juga pernah berurusan dengan pihak Polres Aceh Utara.

Sementara Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Utara Rawan, ketika dihubungi melalui seluler, saat wartawan melakukan konfirmasi, ia langsung memutuskan sambungan selulernya dengan dalih sudah tiba waktu ingin menunaikan shalat.

Setelah selang satu jam kemudian, media ini mencoba kembali menghubunginya, namun beberapa kali panggilan juga tidak tersambung. Lalu pesan singkat yang dikirimpun juga tidak dibalas.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...