Wakil Sekretaris IDI Wilayah Aceh Pusdikkes Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr. Masry, Sp.An-TI, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 25 September 2023 episode ke 11 Tahun ke IV dengan tema: Mengungkap Peredaran Tramadol di Aceh, Benarkah Apoteker bermain? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS Jangan lupa like share comment and subscribe.

Forum Karang Taruna

Bantah Tudingan Aksi Pemuda Desa Binaan di Gerbang PT PIM

Forum Karang Taruna Bantah Tudingan Aksi Pemuda Desa Binaan di Gerbang PT PIM. 21 Agustus 2023.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Forum Karang Taruna lingkungan PT PIM meliputi Desa Tambon Baroh,Tambo Tunong, Paloh Gadeng, Blang Maleung mameh dan Keude Krueng Geukueh, membantah tudingan sekolompok pemuda yang membuat aksi demo di depan gerbang PT PIM. 21 Agustus 2023.

Aksi pemuda depan gerbang PT PIM bukan dari organisasi karang taruna, disamping itu pihaknya juga tidak mendukung hal tersebut dengan cara membuat kegaduhan, demikian penegasan tersebut disampaikan Zumarlin Wantara Ketua Karang Taruna Gurau Sakti Tambon Baroh.

"Karena dalam aksi itu telah membuat fitnah terhadap kami para ketua pemuda lingkungan PIM dan bapak geusyik desa, akibat ulah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di desa kami, mereka telah telah menfitnah kami dengan tuduhan yang tidak mendasar. apalagi dengan tuduhan mengkondisikan jatah pekerjaan selama ini kepada keluarga-keluarga kami saja, bahkan juga menuduh kami tidak mempunyai kemampuan dalam mengelola organisasi. Maka pada kesempatan ini kami membantah semua tuduhan secara forum,"ujarnya.

Zumarlin menjelaskan, hari ini masyarakat Dewantara bisa melihat sendiri bagaimana kiprah karang taruna dalam melakukan sosial kemasyarakatan di desa mereka masing-masing.

"Apalagi bicara karang taruna dilingkungan PT PIM yang selalu keluar sebagai karang taruna terbaik provinsi Aceh di beberapa tahun belakangan ini," ujarnya.

Sementara Zulfikar S.Pdi Ketua Karang Taruna Ade Beurata (KTAB) Keude Krueng Geukueh sangat menyayangkan aksi para pemuda bila dipergunakan oleh oknum-oknum yang tidak memiliki tujuan akhir dalam setiap kegiatan. Karena kita dinegara hukum, pastinya perusahaan tetap menjalankan aturan, tentunya perusahaan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang mempunyai legalitas di desa masing-masing.

"Tentu sebagai lembaga yang legas secara ditingkat desa, geusyik selaku kepala desa dan juga kami para ketua pemuda yang notabenenya adalah lembaga mitra dan pembantu urusan sosial dibawah pemerintahan seorang  geusyik yang terus melakukan langkah-langkah maju dalam mengeluarkan program demi kemajuan pemuda, bukan dengan cara semudah membalikkan telapak tangan, tapi dengan cara berkarya dan berusaha," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Karang Taruna Bina Pemuda Tambon Tunong Murdani, pemuda terus bekerja mengubah manshet cara pikir pemuda kita kearah kemajuan, tentunya pekerjaan itu sangatlah penting, tetapi membangun usaha sendiri dan mandiri adalah impian setiap pemuda dengan sehat dan cerdas.

Sedangkan, Ketua Karang taruna Khalifah Razak Blang Naleung Mameh Adi Sofyan, Secara lantang menyampaikan, sebagai forum Pemuda lingkungan PT PIM tidak dalam membela siapapun dalam hal ini, baik itu perusahaan maupun para pemuda yang beberapa hari ini terus melakukan demonstrasi menuntut pekerjaan di PT PIM.

"Tapi harapan kami kepada pemuda bubar dan pulang kerumah masing-masing, nanti kami sendiri digarda terdepan bila PT PIM tidak melakukan hal-hal yang menjadi tuntutan kami melalui surat-surat forum yang telah kami layangkan dalam tahun ini untuk kesejahteraan kalian para generasi muda, pegang ucapan saya , telah kita buktikan di PAG dalam bulan ini, karna kebenaran tetap mendapatkan kemenangan, mari kita utamakan mediasi setiap persolan jangan dahulukan aksi-aksi yang merugikan kita semua."terangnya.

Tak hanya itu, Ketua Karang Taruna Rincong Pusaka Desa Paloh Gadeng Ibnu Hajar juga mengutarakan hal yang sama, menurutnya, saat ini memang aceh masih terjajah dalam segala hal, baik secara keadilan sosial maupun secara ekonomi yang terus kita tontonkan bersama para pemegang kekuasaan secara umum.

"Saya secara pribadi menanyakan kepada perwakilan rakyat Aceh baik tingkat kabupaten dan kota serta DPRA, dan yang paling bertanggung jawab lagi adalah DPR RI dan anggota DPD perwakilan Aceh yang jumlahnya lebih kurang 17 perwakilan, Apalagi mengingat anggaran khusus yaitu Otsus pasca konflik RI -GAM yang ratusan milyar pertahunnya, kalau kalian semua tidak punya kemampuan tahun depan berhenti saja menjadi perwakilan rakyat yang hanya bisa membuat kami menderita dan terus bertahan dalam kemiskinan dan terus menganggur di negeri yang kaya hasil alamnya," jelas Ibnu Hajar mengisahkan aksi protes dirinya kepada wakil rakyat di parlemen. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...