Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sosialisasi Ziswaf di Barbate

Baitul Mal Aceh Siap Bersinergi untuk Kepentingan Umat

For acehimage.comBaitul Mal Aceh menggelar Sosialisasi Zakat Infaq, Shadaqah dan Wakaf (Ziswaf) kepada Pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City mengusung tema “Solusi Percepatan Penurunan Kemiskinan dan Upaya Pemberdayanan Ekonomi Ummat”. di Mushalla Kebun Kurma El Mahdi Barbate. Sabtu, 11 Desember 2021.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Baitul Mal Aceh melaksanakan sosialisasi Zakat Infaq, Shadaqah dan Wakaf (Ziswaf) kepada Pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City pada Sabtu, 11 Desember 2021 di Kebun Kurma El Mahdi Barbate Aceh Besar.

Kegiatan ini dilaksanakan sehari penuh mengusung tema “Solusi Percepatan Penurunan Kemiskinan dan Upaya Pemberdayanan Ekonomi Ummat” sekaligus Silaturrahmi Pengurus dan Anggota Yayasan Wakaf Barbate Islamic City.

Mewakili Ketua Panitia Pelaksana, Dr Rajibussalim MSc menyampaikan kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Wakaf dalam rangka memberikan pemahaman terkait Ziswaf dan sekaligus mempererat hubungan antara pengurus dengan pengurus/anggota beserta seluruh keluarganya.

Kemudian untuk memahami visi, misi, dan tujuan dari pendirian YWBIC serta pemahaman terkait dengan Zakat Infaq, Shadaqah serta Wakaf sehingga setiap individu yang bekerja terus berusaha sekuat tenaga dan berbagi waktu untuk mencapai visi, misi dan tujuan dimaksud.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal Aceh yang diwakili salah satu Komisioner Khairina ST, menyampaikan, Bahwa Baitul Mal Aceh siap bersinergi dan berkolaborasi dalam mengelola dan mengembangkan Islamic social finance khususnya di Aceh.

“Kita menyambut baik kerjasama dgn pihak manapun termaksud dengan Yayasan Wakaf Barbate Islami City,” ujarnya.

“Semoga keahlian masing-masing pengurus bisa kita padukan untuk kemajuan yayasan wakaf ini yang akhirnya bisa berkontribusi untuk kebangkitan ummat. Apresiasi juga nama wakaf kurma sepertinya telah ter branding dengan wakaf kurma barbate Aceh. Kalau kita search di google, akan muncul wakaf Barbate. Dr wakaf barbate ini InsyaAllah akan muncul kebangkitan wakaf yang mungkin bukan kita yang kita nikmati, tapi generasi yang akan datang,” ulas Khairina.

Dikatakan Khairina, Baitul Mal Aceh yang merupakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural mampunyai 5 tugas utama itu mengelola dan mengembangkan zakat, infak, wakaf, harta agama lainnya dan pengawasan perwalian

Dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Bal disebutkan bahwa setiap orang yang tinggal di Aceh serta perusahaan yang beroperasi di Aceh wajib membayar zakat melalui Baitul Mal. Kemudian diatur juga dalam qanun hukuman buat yang tidak membayar zakat.

Persoalan perkembangan ZISWAF
Menurut Khairina, ada beberapa persoalan dalam pengelolaan ZISWAF diantaranya : Pertama, Minimnya literasi masyarakat terhadapislamic sosial finance. Salah satunya masyarakat blm menempatkan kewajiban zakat prioritas seperti melaksanakan kewajiban shalat dan puasa

Kemudian, Rendahnya insentif bagi orang yang membayar zakat. Salah satu insentif yg sedang diupayakan dengan adanya regulasi tentang zakat pengurang pajak dan Dampak distribusi zakat belum terlihat. secara umum zakat yang dialirkan namun belum memberi dampak pada penyelesaian kemiskinan. Salah satu penyebabnya bahwa realisasi penyaluran kira dengan dibandingkan masyarakat miskin masih sangat kecil

Terakhir adalah disisi pengumpulan. Masih banyak borang pribadi dan perusahaan yang belum menyalurkan kewajiban berzakat nya melalui Baitul Mal. Baitul Mal terus berinovasi meningkatkan sosialisasi dan kemudahan membayar zakat. Infak dan wakaf tunai melalui digital platform

Potensi wakaf
Dalam paparan tersebut Khairina menyampaikan bahwa Aceh punya potensi wakaf yg sangat besar. Sekitar 17 persen dari potensi wakaf nasional. mesjid, Aceh memiliki aset wakaf sekitar 16 ribu persil, masalah lainnya adalah masih sangat banyak wakaf yg blm tersertifikasi. Sehingga berkemungkinan tanah wakaf akan jadi bermasalh dan hilang dimasa depan

BMA mendorong seluruh nazir yang ada dii masyarakat utk memproduktifkan tanah-tanah wakaf yang ada, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan kembali ke maukuf alaih (penerima manfaat) . Jika digerakkan ZISWAF ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, terutama dalam menjemput kebangkitan peradaban Islam

Kegiatan Sosialisasi ini dipandu oleh moderator Tajul Fuzari SH. Para undangan yang hadir adalah Seluruh Pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, Mewakili dari Kakanwil Kemenag Aceh, Ketua Badan Wakaf Indonesi (BWI) Aceh, Pengurus BWI Kab. Aceh Besar, Baitul Mal Kab. Aceh Besar dan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Kemenag Kab. Aceh Besar, Muspika Kec. Blang Bintang dan Masjid Raya, Imum Mukim Kreung Raya, Imum Mukim Cot Saluran, Imum Mukim Bungcala serta keusyik dan beberapa tokoh masyarakat Kecamatan Blang Bintang dan Masjid Raya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...