Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Polandia Akui

Bahaya Kirim Jet untuk Ukraina via Pangkalan AS

Krasimir GrozevWikipediaIlustrasi jet MiG.
A A A

ACEHIMAGE.COM - Polandia mengakui bahwa rencana mereka untuk mengirimkan bantuan jet untuk Ukraina melalui pangkalan Amerika Serikat di Jerman sangat berbahaya.

Duta Besar Polandia untuk Amerika Serikat, Marek Magierowski, mengakui bahaya ini setelah Negeri Paman Sam menolak rencana negaranya.

"Kami berada di bawah tekanan besar dari sekutu kami dan opini publik saat ini juga memihak AS. Kami sangat menyadari seluruh konsekuensi teknis, hukum, dan diplomatik dari tindakan ini, yang tentu saja berbahaya," kata Magierowski kepada CNN.

Meski demikian, Magierowski yakin AS dan Polandia masih bisa bekerja sama untuk menolong Ukraina melawan invasi Rusia.

Sebelumnya, Polandia menyodorkan rencana mengirimkan seluruh jet MiG mereka untuk Ukraina. Mereka berencana mengirim jet itu ke pangkalan AS di Jerman. Dari sana, AS diminta mengirimkan jet itu ke Ukraina.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS, John Kirby, mengatakan bahwa skema pengiriman itu tak mungkin dilakukan karena memicu konfrontasi dengan Rusia.

Kirby mengatakan, menerbangkan jet dari pangkalan AS di negara NATO ke wilayah udara yang bersinggungan dengan Rusia "meningkatkan kekhawatiran serius untuk seluruh aliansi NATO."

"Kami akan terus berkonsultasi dengan Polandia dan sekutu lain kami di NATO mengenai masalah ini dan kesulitan tantangan logistiknya, tapi kami meyakini gagasan Polandia ini tak bisa dijalankan," ujar Kirby, seperti dilansir AFP, Selasa (8/3).

Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, terus mendesak sekutu untuk segera mengirimkan jet tempur ke negaranya demi mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Namun, pengerahan jet dari negara lain membuka peluang eskalasi perang. Pasalnya, Presiden Vladimir Putin sempat mengancam bakal menganggap pergerakan militer negara lain sebagai keterlibatan dalam konflik bersenjata.[]

Sumber:cnnindonesia.com
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...