Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

Waduh!

Awal Tahun Baru, Oknum Warga Banda Aceh Tersandung Kasus Narkoba

ISTIMEWABarang bukti narkotika jenis sabu serta sebuah handphone
A A A

BANDA ACEH - Diawal tahun 2021, Personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kota Banda Aceh, Jumat (1/1/2021) dinihari.

Keduanya ditangkap terpisah di kawasan Kecamatan Kutaraja dan Baiturrahman, Banda Aceh atas informasi yang diperoleh petugas dari masyarakat.

BACA JUGA:Ucapan Terima Kasih Pembubaran FPI Terpajang di Simpang Lima

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Resnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, awalnya penangkapan dilakukan terhadap pemilik sabu berinisial FA alias Bob (44), warga Banda Aceh.

"Yang bersangkutan kita tangkap di sebuah rumah di Gampong Keudah dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,32 gram serta sebuah handphone di dalam saku celana yang dikenakan,"ujarnya.

Kepada petugas, FA mengaku telah menggunakan barang haram itu yang dibeli dari seorang pengedar berinisial RW seharga Rp100 ribu di kawasan Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

"Dari situlah kita lakukan pengembangan dan menangkap tersangka RW (29), warga asal Pidie. Diamankan lima paket sabu seberat 7,91 gram, timbangan digital, handphone dan pisau cutter," ungkap Kasat.

Seluruh barang bukti itu, lanjutnya, ditemukan petugas di bawah rak meja dalam rumahnya. Ia pun mengaku membeli sabu ini dari seseorang bernama panggilan Betet yang diberikan oleh HE beberapa waktu lalu di kawasan Gampong Ateuk Pahlawan, Banda Aceh.

"Awalnya diakui ada delapan paket, sementara tiga paket lain telah terjual seharga Rp10 juta, untuk kedua tersangka lainnya masih buron," kata mantan Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar dan Pidie ini.

Kini, tersangka FA alias Bob dan RW pun masih ditahan di Mapolresta Banda Aceh atas perbuatannya. Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...