Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Soal Kasus Proyek Monumen Samudra Pasai

Apresiasi Kejari Aceh Utara, GerTak: Ini Menjadi Pukulan Bagi Kejari Lhokseumawe

Muslem Hamidi, Koordinator LSM GerTaK
A A A

LHOKSUKON - Koordinator LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) memberikan apresiasi kepada penegak hukum dalam hal ini kepada Kejaksaan Negeri Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara atas Penetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai di Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Kasus yang melibatkan sejumlah perusahaan dengan kerugian negara mencapai Rp 20 miliar ini, mulai diselidiki sejak Mei 2021 lalu, yakni dalam tempo 3 bulan telah adanya tersangka, maka patut diberikan apresiasi. Demikian disampaikan Muslem Hamidi Koordinator GerTaK melalui prres realesnya kepada media acehimage.com, Jumat 6 Agustus 2021.

"Kita memberikan apresiasi kepada Kajari Aceh Utara yang telah bekerja cepat dan tepat dalam mengungkap kasus korupsi Proyek pembangunan monumen Islam samudera pasai di Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara."ujar Muslem.

Muslem menambahkan, apresiasi ini kita berikan atas respon cepat pihak Kajari, karena telah bekerja menyelidiki kasus tersebut hingga telah ditetapkannya tersangka.

"Kita wajar memberikan apresiasi ini, karena kita menilai kerja Kajari Aceh Utara cepat dan tepat, hanya dalam waktu 3 bulan dilakukannya penyelidikan dan penyidikan kini kasus tersebut telah adanya tersangka yang ditetapkan, ini menjadi contoh yang baik bagi Kejari lain di Aceh, mereka harus mencontoh ini.

Disamping itu kata Muslem, ia mencotohkan seperti kasus Tanggul Cunda meuraksa yang ditangani oleh Kejari Lhoksemawe hingga saat ini belum ada kejelasan status hukum bagi terduga, padahal telah merugikan Negara milyaran rupiah. Kasus tersebut sudah sangat lama ditangani sudah lebih dari 6 bulan.

Oleh karena itu seharusnya ini menjadi pukulan bagi Kejari Lhoksemawe agar bisa bekerja lebih profesional secara cepat dan terukur.

"Dan Kita akan terus mengawal kasus ini bersama elemen sipil lainnya dan kedepan akan segera kembali melakukan langkah-langkah yang tepat."pungkas Muslem.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...