Aparat Kawal PN Bener Meriah Eksekusi Lahan

HUMAS POLRES BENER MERIAHPersonel Polres Bener Meriah bersama POM TNI melakukan pengawalan terhadap eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Personel Polres Bener Meriah bersama POM TNI melakukan pengawalan terhadap eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong Bener Meriah. Kamis (27/2/2020).

Eksekusi lahan di Kampung Jamur Ujung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, oleh Pengadilan Negeri Bener Meriah berdasarkan  hasil penetapan  Nomor 3/Pent.Pdt.eks/2017/PN Str pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Polres Bener Meriah Ipda Suci SH kepada media ini menyampaikan, hari ini beberapa personel Polres Bener Meriah bersama anggota Subdenpom IM Bener Meriah melakukan pengamanan jalannya putusan eksekusi lahan di Kampung Jamur Ujung.

"Dimana dalam eksekusi tersebut dilakukan pemagaran lahan, pembersihan lahan, serta pemerataan tanah mengunakan satu unit alat berat,"ujar Ipda Suci.

Eksekusi tersebut  dihadiri oleh  Ketua Pengadilan Negri Bener Meriah Mahendrasmara Purnamajati SH MH, Kasat Lantas Polres Bener Meriah AKP Sabirin SH MSi, Kasubag Dal Ops Iptu BH Nasution, Kasat Intelkam Polres Bener Meriah Ipda Dedi Parnadi SSos, KBO Sabhara Polres Bener Meriah Ipda Iwan AK dan Kasubag Humas Polres Bener Meriah Ipda Suci SH.

Dikatakan Ipda Suci, Panitra Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong Bener Meriah M Ilyas SH  dalam kesempatan tersebut membacakan hasil penetapan  yang telah ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bener Meriah 24 Februari 2020 untuk  mengabulkan Permohonan Pemohon atas nama Win Aramiko.

"Dimana  pemohon yang semula sebagai para penggugat atau pembanding serta para termohon kasasi saat ini  sebagai pemohon eksekusi melawan Siti Berlian Inen Agus, sebagai para tergugat dan para termohon serta para terbanding yang sekarang sebagai para termohon eksekusi," jelas Ipda Suci.

Ia menambahkan, Pengadilan  memerintahkan Panitera selaku Jurusita Pengadilan Negeri Negeri Simpang Tiga Redelong, supaya menyertakan dua orang saksi yang memenuhi syarat untuk melaksanakan isi Putusan Pengadilan Negeri Takengon Nomor 06/Pdt.G/2009/PN.TKN tanggal 24 Agustus 2009 Jo.

Lebih lanjut Ipda Suci menyebutkan, serta putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor : 46/PDT/2010/PT-BNA tanggal 18 Mei 2010 jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 3313 K/Pdt/2010 tanggal 12 April 2011 untuk  melakukan Eksekusi Pengosongan terhadap tanah sawah obyek perkara yang terletak di Kampung Suka Ramai Bawah Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam.

Adapun batas-batas eksekusi tersebut kata Ipda Suci, sebelah Utara berbatas dengan Jalan lintas Bireuen-Takengon, sebelah Selatan berbatas dengan Jalan lama Bireuen-Takengon yang saat ini menjadi Jalan Lingkungan, dan Sebelah Timur berbatas dengan Wih Percos, Alur Sukaramai Tahun 1976 serta Sebelah Barat berbatas dengan tanah Zulfikar.

“Ada beberapa lahan yang tidak dikosongkan terhadap tanah sawah obyek perkara yang sudah ada perdamaiandan sudah dilakukan jual beli antara Pemohon Eksekusi dengah Pembeli atau Pihak Ke lI," ujarnya.

Disebutkan Ipda Suci, adapun sejumlah pembeli sesuai Akte Jual Beli yang dibuat oleh PPAT Camat Wih Pesam    antara lain, Siti Sumarni dan Muhammad Zailani, Safuandi, Salwa Iwantona, Mukhlis, M Hatta dan Edi Saputra yang di buat  atas nama Efenfi. AB, Arimidan Asbaradi selaku pihak Ke II, sesuai dengan surat Kesepakatan damai tanggal 25 September 2019.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...