Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Aparat Gabungan Musnahkan Ribuan Batang Ganja di Sawang

SAID AQIL AL MUNAWARKapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH saat menyampaikan keterangan kepada wartawan
A A A

LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan memusnahkan sekitar 15 ribu batang tanaman ganja di Gampong (Desa) Jurong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (3/3/2021).

Pemusnahan batang ganja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH, selain itu hadir juga Dandim 0103/Aut Letkol Arm Oke Kistiyanto, Brimob Polda Aceh, Badan Narkotika Nasional (BNN), pihak Dinas Pertanian Aceh Utara dan Satpol PP setempat.

Pantauan di lapangan, sebanyak 15 ribu batang ganja tersebut ditanam di atas lahan seluas lima hektar yang dikelilingi oleh jenis pepohonan lain. Bahkan, lokasinya sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kegiatan tersebut diawali dengan pencabutan batang ganja oleh personel gabungan. Kemudian, dikumpulkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar dengan disaksikan oleh pemilik lahan berinsial M yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ukuran pohon ganja ini bervariasi, ada yang masih bibit di dalam polibag, sudah ditanam di atas lahan panjangnya 50 sampai 150 centimeter, diperkirakan sudah berumur dua bulan," ujar Kapolres Lhokseumawe kepada awak media di lokasi pemusnahan tersebut.

Dalam pengungkapan ini, kata Kapolres, Kepolisian berhasil menangkap seseorang yaitu M. Sedangkan satu lagi bernisial F ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dilakukan pengembangan.

"Tersangka M dikenakan pasal 114 ayat 2 Undang-undang Narkotika, UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan denda Rp 800 juta," tegas Kapolres Lhokseumawe.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...