Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah, Aceh Daerah Kaya yang Miskin?

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH - Kekayaan alam dan hasil bumi Aceh yang melimpah, tidak menjadikan Aceh makmur, justru sebaliknya Aceh menjadi daerah miskin.

Ironisnya, semua hasil bumi Aceh tidak diolah sendiri di Aceh, tapi dibawa keluar daerah.

Menurut akademisi dan pengamat pembangunan, sosial politik Universitas Abulyatama (Unaya) Usman Lamreng, Situasi seperti itu terjadi justeru ditengah banyaknya program-program pembangunan dengan tujuan membawa dan mengangkat Aceh menjadi daerah yang damai, makmur, sejahtera dan berkeadilan.

Namun dilihat dari tiga dekade pilkada arah dan kebijakan publik pemerintah Aceh dan kabupaten/kota belum berpihak pada rakyat.

Artinya sumber daya alam yang melimpah, ditambah dengan anggaran yang cukup, namun sampai saat ini pemerintah Aceh belum mampu membawa Propinsi Aceh keluar dari berbagai persoalan, diantaranya adalah penurunan angka kemiskinan, pengangguran.

Bahkan kata Usman Lamreng, gagalnya berbagai program pengembangan kawasan ekonomi yaitu KEK Arun, Kawasan Industri Aceh (KIA), BPKS dan ketidakmampuan pemerintah provinsi dalam pengelolaan sektor migas, akibat belum siapnya reformasi birokrasi, macetnya berbagai pelayanan investasi, seperti hengkangnya salah satu PT Tras Continent.

"Semua persoalan yang perlu diselesaikan segera oleh Nova yang masa tugasnya tinggal satu tahun lebih lagi," ujarnya.

Selanjutnya salah satu dinas yaitu dinas investasi dan penanaman modal, sepertinya selama ini belum mampu mencari investor yang membuahkan hasil yang baik.

Nah itu nyata, kunjungan ke berbagai negara belum mampu menyakini para investor untuk berinvestasi di Aceh. Sehingga upaya menciptakan lapangan kerja yang luas gagal terwujud.

"Contoh kasus seperti keluarnya KEK Arun dari program periotas tingkat nasional dan berakibat gagal slogan Aceh hebat" ujar Usman.

Evaluasi Kepala SKPA, Bukan Sosok Titipan

Mengamati kondisi Aceh saat ini yang tertinggal jauh dibanding daerah lain. Jadi sudah sepatutnya Gubernur Aceh mengevalusi para SKPA dengan menganti sosok yang lebih cakap dan mumpuni, agar sisa pemerintahan Nova Iriansyah pembangunan mencapai target sesuai dengan janji politik pada saat kampanye dulu.

"Tempatilah para SKPA yang benar-benar cakap, sesuai dengan bidang, bukan titipan, mampu bekerja, dan tidak korupsi," kata dosen Unaya ini.

Dia mengingatkan, lima tahun lagi sisa anggaran otsus, harus ada terobosan pembangunan dengan program- program besar yang berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat.

Kemudian, mengetaskan kemiskinan, dengan membuka lapangan kerja, serta pembenahan sektor parawisata, pertanian, migas, dan berbagai program lainnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...