Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 4 Juli 2022 episode ke 91 Tahun ke II dengan tema: Banda Aceh Terutang, Pejabat Ramai-Ramai Pelisiran Ke Medan, Ada Apa?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

AP Pecat Jurnalis Yahudi Pro Palestina

Seorang jurnalis Amerika Serikat, Emily Wilder, dipecat oleh kantor berita The Associated Press karena diduga mendukung Palestina.
A A A

NEW YORK - Seorang jurnalis Amerika Serikat, Emily Wilder, dipecat oleh kantor berita The Associated Press karena diduga mendukung Palestina. Wilder belakangan ini menjadi sasaran kelompok sayap kanan karena aktivitasnya yang pro-Palestina di Universitas Stanford.

Wilder mengecam pemecatannya itu. "Saya adalah salah satu korban dari penegakan aturan yang asimetris seputar objektivitas dan media sosial yang telah menyensor begitu banyak jurnalis - terutama jurnalis Palestina dan jurnalis kulit berwarna lainnya - sebelum saya,” katanya dikutip dari Aljazeera, Ahad, 23 Mei 2021.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Twitter, Wilder mengatakan manajernya di AP bilang kepadanya bahwa dia telah melanggar kebijakan kantor soal media sosial namun tidak menunjukkan unggahan atau postingan mana yang dinilai salah.

Pemecatannya pada Rabu terjadi setelah kelompok sayap kanan di almamaternya, Universitas Stanford, "kampanye kotor" terhadapnya atas aktivitasnya membela hak-hak Palestina. Sebuah postingan di Twitter pada hari Senin dari Stanford Republicans mengkritik Wilder, yang juga seorang Yahudi, sebagai "agitator anti-Israel" saat berada di kampus.

The Washington Free Beacon kemudian menerbitkan artikel berjudul, “AP Mempekerjakan Aktivis Anti-Israel sebagai News Associate. Objektivitas AP di Pertanyakan di Tengah Pengungkapan, AP Berbagi Ruang Kantor dengan Hamas ”. Kisah itu diambil di forum lain, termasuk situs web Fox News.

“Setiap jurnalis AP bertanggung jawab untuk menjaga kemampuan kami untuk melaporkan konflik ini, atau lainnya, dengan keadilan dan kredibilitas, dan tidak dapat memihak dalam forum publik.” kata Juru bicara AP, Lauren Easton.

Wilder aktif menyuarakan hak-hak Palestina di saat terjadi serangan militer 11 hari Israel di Jalur Gaza. Serangan itu menewaskan hampir 250 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.900 lainnya. Dua belas orang juga tewas di Israel oleh roket yang ditembakkan kelompok Hamas.[]

Sumber:TEMPO.co
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...